Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN 'Jateng Dua Hari di Rumah Saja' yang dicetuskan Gubernur Ganjar Pranowo mendapat respons beragam dari pimpinan daerah di Jawa Tengah. Sebagian ada yang menutup total prasarana umum seperti pasar-pasar dan super market, ada yang memberi kelonggaran.
Di Kabupaten Brebes, bupati setempat memilih menutup prasarana umum seperti pasar-pasar tradisional. Penutupan pasar seperti yang terjadi di Pasar Induk Brebes.
Dari pemantauan Sabtu (6/2/2021) pagi, pasar terbesar di kabupaten tersebut nampak sepi sekaligus lengang. Tak ada satu pun pedagang yang menggelar dagangan, kios-kios baik pada bagian depan pasar maupun dalam pasar semuanya tutup, termasuk lapak-lapak yang biasa menjajakan dagangan.
Ada memang satu lapak buah-buahan yang terbuka dan pedagangnya yang menunggui, tapi itu bukan sedang berjualan. Dibukanya buah-buahan itu hanya upaya menghindari agar buah tidak membusuk.
Pedagang buah, Khamsuri, 61, mengaku dia membuka lapak buah-buahannya bukan sedang berdagang tapi lebih karena menghindari agar buah tidak membusuk. "Kalau dibuka tidak dapat hawa nanti buahnya busuk," ujar Khamsuri.
Petugas Satpol PP, Hasanudin, menyebut pada hari pertama gerakan 'Jateng Dua Hari di Rumah Saja' khususnya di Pasar Induk Brebes itu tidak terdapat pelanggaran. "Akhamdulillah pada patuh tida ada pedagang yang buka," ujar Hasanudin.
Tidak hanya di Pasar Induk Brebes yang kondisinya sepi, prasarana umum seperti Alun-Alun Brebes juga lengang. Tak ada aktivitas warga atau pedagang kaki lima yang biasanya membuka udsaha mereka. Akses menuju alun-alun dari jalur Pantura pun ditutup barikade. (JI/OL-10)
Pemkab Brebes bergerak cepat menangani banjir bandang di Bumiayu dengan mengerahkan dua alat berat untuk sodetan sungai akibat cuaca ekstrem.
BANJIR bandang kembali menerjang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sungai Keruh meluap dan mengakibatkan sedikitnya 11 rumah warga hilang terbawa banjir bandang.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Sebuah truk kontainer pengangkut peti kemas, terguling di Jalan Pantura Utama ruas Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/01/26).
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Harga bawang merah di Brebes yang sebelumnya Rp25 ribu/kg, turun menjadi Rp20 ribu/kg. Sedangkan harga cabai yang semula Rp15 ribu turun menjadi Rp10 ribu.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved