Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Surabaya dikagetkan dengan suara dentuman keras yang terjadi suara dentuman pagi tadi pukul 06.24 WIB. Dentuman itu disusul dengn dentuan lainnya 2 hingga 3 kali. Warga banyak yang menghubungkan dentuman tersebut karena gempa, petir atau bahkan kegiatan dari Akademi Angkatan Laut (AAL).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun melakukan pengecekan pada rekaman seismogram untuk sensor seismik dekat Surabaya dan memastikan dentuman itu bukan berasal dari gempa maupun petir.
"Sensor gempa kami dengan kode WGJM terdekat Surabaya waktu pukul 6.21 s.d 6.27 WIB dimana warga banyak mendengar dentuman di Surabaya. Tampak clear tidak ada anomali seismik atau event yang terekam. jadi sura dentuman tersebut bukan dari gempa," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempat Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, Sabtu (30/1).
Ia melanjutkan, jika sumber ledakan berada di bawah pemukaan akan tercatat oleh sonsor BMKG, namun hal ini justru tidak sama sekali.
"Masyarakat saat ini mengkonotasikan setiap dentuman berasal dari meteor, ini belum tentu," kanyanya.
Daryono kemudian menjelaskan beberapa kemungkinan asal suara dentuman tersebut. Pertama, asteroid, yang dapat memicu gelombang kejut ketika jatuh dengan kecepatan supersonik. Gelombang kejut inilah yang terdengar sebagai suara dentuman seperti Gelombang kejut yang kuat selama erupsi gunung api.
Kedua, Ada pesawat dengan kecepatan supersonik melintas. Ketiga, gempa sangat dangkal dapat mengeluarkan suara dentuman.
Keempat, ledakan dari bahan peledak (latihan militer, tradisi penghormatan di militer, ledakan blasting tambang, eksplorasi seismik dll). Kelima, Petir dalam kondisi cuaca dan jarak tertentu dapat terdengar seperti suara dentuman.
"Jadi banyak kemungkinannya, namun belum pasti ini karena apa," katanya.
Sebaiknya, lanjut Daryono lembaga atau pihak terkait sebaiknya segera memberikan informasi jika memang mengetahui sumber terkait dentuman suapaya masyaraat tidak cemas ataupun panik. (OL-4)
KASUS pengusiran Nenek Elina, 80, dari rumahnya di Surabaya, telah masuk pada babak baru. Polda Jatim telah menangkap tersangka ketiga berinisial SY, 59.
MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul angkat bicara soal kasus pengusiran Nenek Elina, 80, dari rumahnya di Surabaya
KASUS pengusiran Nenek Elina, 80, dari rumahnya di Surabaya membuahkan hasil. Kepolisian berhasil menangkap pelaku dan menetapkan tersangka
Rawon disebut dalam prasasti Taji di Ponorogo, Jawa Timur dan kala itu disebut rarawwan.
BAYI yang baru berusia dua minggu kehilangan ibunya PDA, 39, seorang warga binaan Rumah Tahanan Perempuan Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo yang meninggal dunia akibat sakit.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mengecam keras aksi pembongkaran rumah dan pengusiran terhadap Nenek Elina di Surabaya, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved