Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR rendam sebagian Kota Pekalongan, akibatnya 101 warga mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi. Peristiwa itu terjadi dini hari tadi karena intensitas curah hujan cukup tinggi sehingga Sungai Loji meluap genangi kota 80 sentimeter.
Ratusan saat ini ditampung di Gedung Serbaguna Eks Kelurahan Sampangan, Mako Pemuda Pancasila Kota Pekalongan dan gedung Yayasan Gotong-royong
‘’Setidaknya ada 101 jiwa warga yang diungsikan ke tiga gedung itu,’’ kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha, Jumat (29/1).
Banjir di Kota Pekalongan ini, demikian Dimas Arga Yudha, merupakan untuk ketiga kalinya terjadi di daerah ini, tingginya intensitas hujan di Kabupayen/Kota Pekalongan menjadikan Sungai Loji meluap.
Baca juga : Sembilan Titik Longsor Tutup Ruas Jalan di Manggarai
‘’Ini merupakan banjir kiriman dari daerah selatan (Kabupaten Pekalongan),’’ tambahnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Suminta mengatakan saat ini dalam menghadapi bencana banjir telah mulai didistribusikan logistik dan obat-obatan ke wilayah terendam, bahkan didirikan dapur umum di tiga lokasi pengungsian untuk menjamin kebutuhan warga.
Bencana banjir di Kota Pekalongan, ungkap Suminta, dikarenakan tiga sebab yakni intensitas hujan tinggi, kiriman dari daerah atas dan air laut pasang (Rob).
‘’Jadi banjir di sini datang dari atas dan bawah, sehingga cukup sulit mengatasi jika datang pada saat bersamaan,’’ imbuhnya. (OL-2)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Akibat kejadian itu, para korban langsung dievakuasi ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk mendapatkan penanganan medis.
DUGAAN percobaan pembunuhan terhadap suami anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Amat Muzakhim, 56, di Pekalongan perlahan terkuak
RUMAH anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP Nur Fatwa di Pekalongan, Jawa Tengah ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK),
Pompa air bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai dipasang di sejumlah titik banjir di Kabupaten dan Kota Pekalongan yang hingga kini masih terendam dengan ketinggian air 30-120 cm.
Kerusakan jalan tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga telah memakan banyak korban kecelakaan, termasuk merenggut nyawa salah satu anggota keluarga kepolisian setempat.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved