Kamis 28 Januari 2021, 11:46 WIB

Cegah Impor Daging, Jabar Beli Seribu Sapi Dari NTB

Kristiadi | Nusantara
Cegah Impor Daging, Jabar Beli Seribu Sapi Dari NTB

Diskominfo Kabupaten Garut
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Smart Green House di Kampung Cikole, Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja, Garut, Rabu (27/1/2021).

 

UNTUK memenuhi kebutuhan daging sapi di wilayah Jawa Barat (Jabar) belum seluruhnya terpenuhi dari dalam negeri. Impor daging dari Australia masih dilakukan. Saat ini kebutuhan daging per tahun mencapai 193.255 ton atau setara 1.017.138 sapi. Agar tercapai swasembada daging, telah dilakukan upaya berupa bisnis penggemukan sapi potong dari Nusa Tenggara Barat melalui BUMD Jawa Barat, PT Agro Jabar dengan pembelian 1.000 sapi dari NTB pada tahun ini. 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pembelian 1.000 sapi dari NTB ini akan menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan daging sapi bagi masyarakat di Jabar. Sebanyak 1.000 sapi dari NTB akan digemukkan di lahan milik Agro Jabar. 

"Selain itu, PT Agro Jabar juga tetap berupaya akan mengembangkan budidaya perdagangan lobster. Tahun 2021 direncanakanya akan memproduksi lobster sebanyak 200 kg per minggunya, mengingat kebutuhan di Jabar sangat tinggi. Dan selama ini masih dipenuhi oleh produksi lokal dan impor," kata Ridwan Kamil, Rabu (27/1).

Emil mengatakan kerja sama dengan NTB ini telah berjalan dengan baik dan tidak perlu lagi impor daging sapi dari Australia. Pemprov Jawa Barat bisa memenuhi kebutuhan daging lokal dengan kerja sama provinsi lain seperti Provinsi NTB. 
 
"Kami bangga mendapatkan suplai daging sapi secara antar provinsi yaitu dengan NTB. Suplai kebutuhan daging Jabar mudah-mudahan tidak selalu mengandalkan impor dan harus bisa mandiri dengan suplai. Dan pasar dari dalam negeri khususnya NTB yang diproklamasikan sebagai provinsi sejuta sapi," ujarnya.

Pada kesempatan sama, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan kedatangannya ke Jawa Barat untuk menindaklanjuti kerja sama antara Pemprov Jabar dan Pemprov NTB. Dalam agenda tersebut selain kerja sama di bidang peternakan, akan belajar banyak bagaimana mengelola potensi alam yang dimiliki kedua provinsi ini.

"Pemprov NTB akan mengadopsi program Petani Milenial yang digagas Pemprov Jabar untuk mengembangkan sektor pertanian di NTB. Kami akan menginspirasi karena selama ini tengah berjuang keras untuk menyadarkan masyarakat muda yang selama ini lebih senang bekerja migran. Dan itu juga akan disosialisasikan karena memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agro Jabar, Kurnia Fajar mengatakan pihaknya bersama PT Gerbang NTB Emas berencana menjalin kerja sama terkait budidaya lobster dan peternakan sapi untuk mengurangi pembelian sapi impor. Rencananya tahun depan mulai menjajaki kerja sama terkait budidaya lobster.

baca juga: KKP dan Bank Indonesia Tiru Pembangunan Coral Garden untuk Lombok 

"Kami akan berupaya memaksimalkan lahan milik Pemprov Jabar terutamanya untuk meningkatkan hasil pangan dengan smart farming dengan teknologi infus. Pertama kali akan membangun smart green house 3.000 meter di Desa Wanaraja, Kabupaten Garut. Dan kami akan menanam tanaman yang lebih high value karena Kabupaten Garut merupakan wilayah yang paling hebat dalam menanam jagung. Dan metode tersebut dapat meningkatkan produksi panen jagung," pungkasnya.

Kesepakatan kerja sama itu ditandatangani antara PT Agro Jabar dengan PT Gerbang NTB Emas yang merupakan BUMD milik Pemprov NTB. Kerja sama tersebut dilakukannya oleh Direktur Utama Agro Jabar Kurnia Fajar dan Direktur PT Gerbang NTB Emas Samsul Hadi di Kebun Wanaraja, Kabupaten Garut. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.

BPBD Aceh Barat Pastikan Kebakaran Lahan Gambut di Dua Lokasi 100 Persen Padam

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 23:24 WIB
Meski sudah dinyatakan padam secara total, pihaknya masih terus melakukan pemantauan di lokasi kebakaran guna memastikan tidak ada lagi...
Antara

BPBD: Kerugian Gempa Bali Capai Rp1 Miliar

👤Ant 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 23:01 WIB
Total ada 269 unit rumah yang rusak berat, 302 unit rumah rusak ringan, dan 39 fasilitas umum...
Ist

Intani Dukung Petani di Ciwidey dan Lembang, Bandung, Ekspor Buncis

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:52 WIB
Intani berkolaborasi dengan CV Berkah Alam Pasundan (BAP) membina petani dan memasarkan hasil pertanian agar para petani mendapat kepastian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya