Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PLN telah berhasil menormalisasi kelistrikan Sumatra Utara yang sempat terganggu selama sekitar 10 jam dengan membantu Perta Arun Gas dalam proses pemulihan pasokan gas bumi. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara Irwansyah Putra memastikan pada hari ini (Rabu, 20 Januari) suplai listrik di wilayahnya sudah kembali berjalan normal.
"Gangguan sudah berhasil diperbaiki. Kami memastikan pasokan listrik untuk warga Sumut sudah kembali normal," katanya, Rabu (20/1).
Dia menjelaskan, sebelumnya, kelistrikan Sumut sempat mengalami gangguan akibat masalah yang dialami instalasi regasifikasi milik Perta Arun Gas (PAG). PAG adalah pihak yang menyuplai gas bumi untuk kebutuhan sejumlah pembangkit listrik PLN di Belawan, Kota Medan.
Dia memastikan, sejak awal tidak terjadi permasalahan apapun pada pembangkit PLN. Padamnya aliran listrik yang sempat terjadi di sejumlah daerah di Sumut, termasuk Kota Medan, disebabkan terhentinya suplai gas bumi dari PAG.
Dari catatan Media Indonesia, kelistrikan Sumut setidaknya membutuhkan 8 BBTUD gas bumi dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan beberapa pembangkitnya. Antara lain PLTGU Belawan/Sicanang, PLTU Belawan/Sicanang, PLTG Paya Pasir, PLTG Gelugur dan Marine Vassel Plant (MVP) Onur Sultan yang juga jangkar di Belawan/Sicanang. Terhentinya pasokan gas PAG mengakibat sejumlah pembangkit tidak dapat beroperasi, khususnya PLTG Paya Pasir dan MVP Onur Sultan.
Dampaknya, sistem kelistrikan Sumatera bagian Utara kehilangan pasokan hingga 1.069 megawatt. Dan untuk meminimalisir dampak tersebut, PLN kemudian mengoperasikan seluruh pembangkit cadangan sehingga defisit pasokan listrik dapat diangkat menjadi hanya tinggal 343 megawatt.
Selain itu, PLN juga kembantu PAG dalam menanggulangi gangguan pembangkit milik PAG yang mengakibatkan terputusnya suplai gas ke pembangkit PLN. Dalam proses pemulihan, PAG mengalami kendala pada diesel start sehingga PLN membantu dengan mengirimkan diesel kontainer milik PLN dari PLTMG Arun 1.
Sekitar pukul 20.40 WIB, Selasa (19/1) diesel kontainer berhasil dioperasikan dan pada sekitar pukul 23.48 WIB seluruh aliran listrik kembali normal setelah sempat terganggu mulai sekitar pukul 14.00 WIB. ''Dengan normalnya aliran gas, bisa dipastikan pembangkit berbahan bakar gas milik kami sudah bisa beroperasi penuh," ungkap Irwansyah Putra.
Berdasarkan pemantauan dari PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIKSBU), pasokan gas dari PAG sejak 20 Januari pagi, sekitar pukul 04.50 WIB sudah berangsur normal. Setelah dilakukan paralel unit, pembangkit pada saat itu langsung melakukan persiapan start kembali menunggu sampai tekanan gas cukup.
"Dengan kondisi saat ini, kami bisa pastikan aliran listrik warga sudah kembali seperti sedia kala," pungkasnya. (YP/OL-10)
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Selain keberadaan bengkel, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi krusial.
POLISI menggagalkan upaya pengiriman narkotika jenis sabu seberat delapan kilogram yang dikirim dari Sumatra Utara (Sumut) menggunakan bus angkutan umum dengan modus sebagai oleh-oleh.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved