Rabu 20 Januari 2021, 11:51 WIB

Dinkes Semarang Haruskan Penyintas Donorkan Plasma Konvalesen

Akhmad Safuan | Nusantara
Dinkes Semarang Haruskan Penyintas Donorkan Plasma Konvalesen

MI/Haryanto
Seorang penyintas Covid-19 sedang mendonorkan plasma konvalesen.

 

PERMINTAAN plasma konvalesen di Kota Semarang sangat tinggi. Sehingga Dinas Kesehatan Kota Semarang mengharuskan pasien yang telah sembuh dari covid-19 mendonorkan plasma konvalesen.

Pemantauan Media Indonesia, Rabu (20/1), kasus covid-19 di Kota Semarang masih cukup tinggi dan belum menunjukkan penurunan secara signifikan. Hal ini mendorong pasien korona mencari penyembuhan yang salah satunya adalah menerima plasma konvalesen dari para penyintas.

Hal ini mendorong permintaan plasma konvalesen di Kota Semarang sangat tinggi. Namun jumlah pasien yang telah sembuh dari Covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen terbatas, sehingga cukup sulit untuk percepatan penyembuhan pasien covid-19.

''Setiap hari permintaan plasma konvalesen mencapai 20 kantong per hari, tetapi sayang jumlah pendonor kurang dari itu,'' kata Kepala Bagian Pelayanan Donor Darah UDD PMI Kota Semarang Yusti Triwianti.

Akibat kurangnya jumlah pendonor, ungkap Yusti, permintaan plasma konvalesen yang tidak saja datang dari dokter tetapi juga dari pihak keluarga pasien covid-19 tidak dapat terpenuhi seluruhnya. Sehingga perlu dicarikan terobosan agar kebutuhan tersebut dapat dipenuhi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan untuk memenuhi kebutuhan plasma konvalesen yang cukup tinggi setiap harinya, maka diharuskan kepada pasien yang telah sembuh dari covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen.

''Begitu dua minggu dinyatakan negatif, mereka harus mau atau rela mendonorkan plasmanya yakni penyintas covid-19 akan diambil satu kantong darah (500 cc),'' ujar Abdul Hakam.

Keharusan donor plasma konvalesen itu, lanjut Hakam, berlaku bagi pasien yang dirawat di rumah sakit, rumah dinas Wali Kota Semarang, transit asrama haji Manyaran, maupun isolasi mandiri, sehingga ke depan kebutuhan terhadap sarana penyembuhan pasien tersebut akan terpenuhi.

Sementara itu berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, hingga saat ini jumlah pasien covid-19 masih dirawat mencapai 975 orang. Yakni 691 orang berasal berasal dari dalam kota dan 284 orang dari luar daerah. Jumlah ini menurun jika dibanding sehari sebelumnya capai 1.042 orang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan sebagai penyintas dan memiliki imun tinggi telah memberikan donor plasma konvalesennya. Dia  bahkan terus mendorong kepada penyintas lainnya untuk merelakan diri menjadi pendonor. ''Saya telah donorkan setelah dinyatakan sembuh dari covid-19,'' tambahnya.

Jika seluruh penyintas mendonorkan plasma konvalesen, ungkap Hendrar Prihadi, maka penyembuhan pasien covid-19 dapat dipercepat. Karena dari data yang ada di Kota Semarang ini, sudah ada 16.984 orang yang dinyatakan sembuh. (Akhmad Safuan/AS/OL-10)

 

Baca Juga

MI/Sumaryanto Bronto

Pemprov NTT Tunda Kenaikan Tarif ke Komodo dan Padar

👤Palce Amalo 🕔Senin 08 Agustus 2022, 10:16 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunda penerapan tarif masuk ke Pulau Padar dan Pulau Komodo sebesar Rp3.750.000 per...
Ist

Turunkan Angka Stunting, Pemkot Tomohon Optimalisasi Peran Nakes

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 07:37 WIB
Prevalensi nagka stunting Kota Tomohon sendiri berada di angka 18,3%. Secara nasional, pemerintah menentukan target prevalensi...
MI/HO

Ulama di Cirebon Doakan Ganjar Pranowo

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 03:02 WIB
ribuan orang yang hadir juga memanjatkan doa dipimpin oleh Kyai Abdul Munif untuk Ganjar Pranowo serta harapannya bagi Indonesia yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya