Sabtu 16 Januari 2021, 04:15 WIB

Berkah setelah Bertemu Bu Risma

Liliek Dharmawan/N-3 | Nusantara
Berkah setelah Bertemu Bu Risma

MI/LILIK DARMAWAN
Anak-anak yang dipungut dari jalanan Mojokerto, Jawa Timur, tengah dilatih menjadi barista di Kedai Kopi yang dikelola Balai Satria.

 

AWAL Januari lalu, Pitik, 22, bertemu Tri Rismaharini. Yang satu pengamen jalanan, satunya Menteri Sosial yang baru dilantik 10 hari. Pertemuan terjadi di Mojokerto, Jawa Timur.

Dari pertemuan itu, Pitik diboyong ke Balai Satria Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Dia tidak sendiri. Ada empat pemuda seperti Pitik yang bernasib sama.

Sudah dua pekan, Pitik dan keempat rekannya, sesama anak jalanan, berada di Banyumas. Mereka mengikuti program rehabilitasi sosial yang diselenggarakan Kementerian Sosial.

Pitik dan adiknya, MF, 15, mendapat pelatihan cara meracik kopi. Sang adik ikut karena saat bertemu Menteri Sosial, duet bersaudara itu sama-sama tengah mengamen.

Keduanya ditangani seorang instruktur bernama Lutfi Hakim, 26. “Saya dulu juga dilatih di sini. Saya anak yang direhabilitasi karena kecanduan narkoba,” ujar Lutfi.

Di Balai Satria, pelatihan yang diberikan dari tata boga, barber shop, sablon, dan yang terbaru menjadi barista. “Selain direhabilitasi untuk lepas dari narkoba, saya juga dilatih untuk memiliki kemampuan sesuai minat. Ini jadi modal untuk kemandirian saat kembali ke masyarakat,” papar Lutfi, warga Pontianak, Kalimantan Barat.

Pitik juga mengaku tidak hanya berlatih meracik kopi. “Saya juga diajak disiplin beribadah, belajar sopan santun, dan etika.”

Jreng, 25, rekan Pitik dari Mojokerto, mendalami kemampuan menjadi perajin sepatu. Ia juga mendapat pelatihan untuk memasarkan produk secara daring. “Pulang ke Mojokerto, saya akan buka usaha pembuatan sepatu dan memasarkannya secara daring,” tekad sang pengamen itu.

Kehadiran lima anak jalanan dari Mojokerto, ujar Plt Kepala Balai Satria, Hendra Permana, ialah hasil blusukan Menteri Sosial. “Saat bertemu Bu Menteri, mereka mengaku ingin berubah dan tidak ke jalan lagi. Mereka dibawa ke sini.”

Rehabilitasi di Baturraden akan berlangsung dua bulan. Jika belum tuntas akan berlanjut. “Anak yang bersentuhan dengan narkoba, pada awal masuk direhabilitasi dari kecanduannya. Ada terapi mental spiritual dan psikososial. Setelah kembali ke daerah, mereka tetap akan kami dampingi dan difasilitasi modal,” tandas Hendra. (Liliek Dharmawan/N-3)

 

Baca Juga

MI/Alexander PT

Ahli Apraisal Taksir Kerugian Skandal Mafia Tanah di Desa Merdeka

👤Alexander P. Taum 🕔Jumat 05 Maret 2021, 19:52 WIB
TIM Penyidik Kejaksaan Negeri Lembata, Nussa Tenggara Timur, secara marathon melakukan serangkaian penyelidikan atas kasus dugaan mafia...
  ANTARA/Arif Firmansyah

Pemprov Jawa Barat Dorong BUM-Des Miliki Bisnis Pertashop

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 05 Maret 2021, 18:50 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginginkan desa dan masyarakatnya tidak menjadi objek. Mereka harus menjadi pelaku ekonomi di desa,...
dok.123rf

Kini, Semua Desa di Kecamatan Agrabinta jadi Zona Hijau

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 05 Maret 2021, 17:55 WIB
PEMBERLAKUAN pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berjalan cukup...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya