Jumat 15 Januari 2021, 06:04 WIB

BMKG: Waspadai Sembilan Sesar di Papua dan Papua Barat

Mediaindonesia.com | Nusantara
BMKG: Waspadai Sembilan Sesar di Papua dan Papua Barat

MI/Martinus Solo
Gempa di Papua Barat berdasarkan laporan BMKG 2020

 

BMKG meminta masyarakat mewaspadai pergerakan sembilan sesar atau patahan di wilayah Papua dan Papua Barat yang menyebabkan terjadinya gempa bumi. Kepala Sub Bidang Pengumpulan dan Penyebaran Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura Dedy Irjayanto di Jayapura, mengatakan sepanjang 2020 terjadi 1.597 kali gempa di kedua provinsi akibat pergerakan sembilan sesar tersebut.
  
"Sembilan sesar atau patahan yang wajib diwaspadai masyarakat di Papua dan Papua Barat karena pergerakannya yang sangat aktif. Hal inilah yang memicu rawan terjadi gempa bumi tektonik," kata Dedy, Jumat (15/1).

Menurut Dedy, adapun sembilan sesar ini meliputi Sesar Sorong di Sorong dan Sesar Ransiki di Ransiki pada wilayah Papua Barat. Sementara di wilayah Papua adalah Sesar Yapen di wilayah Serui dan Biak, Zona Patahan Waipoga, Wandamen, Sesar Sungkup Weyland di Nabire dan sekitarnya. Zona Lajur Anjak Mamberamo di wilayah Sarmi dan sekitarnya, Zona pengangkatan Cycloop di
Jayapura dan sekitarnya serta Lajur Anjak Pegunungan Tengah di wilayah Wamena dan sekitarnya.
  
"Warga yang bermukim di sembilan jalur sesar ini harus meningkatkan mitigasi karena wilayah Papua dan Papua Barat merupakan kawasan rawan terjadi gempa," ujarnya.
  
Dia menjelaskan sepanjang 2020 terjadi 1.597 kali gempa bumi tektonik dengan klasifikasi gempa bumi signifikan atau dirasakan mencapai sebanyak 58 kali.
  
"Adapun ditinjau dari sisi kekuatan magnitudo, 1.597 gempa ini meliputi 1.420 kali gempa dengan kekuatan di bawah magnitudo empat, 165 kali gempa dengan magnitudo empat hingga lima dan 12 kali gempa dengan magnitudo di atas lima," lanjut Dedi. 
  
Dia menambahkan ditinjau dari kedalaman, gempa bumi tersebut didominasi oleh gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 70 kilometer sebanyak 1.516 kali, gempa bumi kedalaman menengah dari 71 hingga 80 kilometer sebanyak 20 kali gempa dan satu kali gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.

baca juga: Ancaman Tanah Longsor masih Ada
  
"Gempa ini juga rawan memicu gelombang tsunami dalam waktu beberapa menit saja, di mana potensi terjadi tsunami apabila terjadi gempa di atas magnitudo tujuh dan kedalaman dangkal, maka warga segera harus mencari tempat yang aman apabila terjadi kondisi tersebut. Masyarakat bisa segera melakukan mitigasi bencana dan evakuasi mandiri dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku ketika terjadi gempa bumi berkekuatan besar," pungkasnya. (Ant/OL-3)
 

Baca Juga

Dok DKPP

Besok DKKP Gelar Sidang Pelanggaran Kode Etik Pilkada Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Rabu 20 Januari 2021, 13:17 WIB
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang virtual sengketa Pilkada 2020 Kalimantan Selatan terkait...
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Setelah Banjir Baru Dilakukan Pengerukan Sungai

👤Nurul Hidayah 🕔Rabu 20 Januari 2021, 13:09 WIB
Setelah terjadi banjir di Kabupaten Cirebon, pemkab setempat baru melakukan pengerukan sungai yang saat ini terjadi pendangkalan dan...
Medcom.id

20 Penyintas Covid-19 di Babal Terpapar Lagi

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 20 Januari 2021, 13:04 WIB
Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa menyebutkan ada 20 orang penyintas covid-19...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya