Kamis 07 Januari 2021, 12:24 WIB

KBM Tatap Muka di Pangandaran masih Tunggu Hasil Swab

Adi Kristiadi | Nusantara
KBM Tatap Muka di Pangandaran masih Tunggu Hasil Swab

MI/Ferdinandus Rabu
Ilustrasi KBM tatap muka.

 

PEMERINTAH Kabupaten Pangandaran belum memberikan izin menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang rencananya akan dilakukan pada 11 Januari. Pembelajaran tatap muka masih menunggu hasil uji usap (swab test) yang telah dilakukannya secara acak kepada para guru dan murid.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan olahraga Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin mengatakan, semester genap pembelajaran siswa sekolah akan dimulai pada 11 Januari. Namun, bukan berarti siswa harus melakukan pembelajaran secara tatap muka tetapi sekarang masih menunggu hasil swab yang telah dilakukan kepada 100 guru dan siswa untuk menjadi bahan pertimbangan keputusan pemerintah.

"Kita masih menunggu hasil swab guru dan siswa yang dilakukannya secara acak dan itu menjadi sampel. Kami tetap harap bisa keluar sebelum tanggal 11 Januari dan itu menjadi pertimbangan keputusan KBM tatap muka tapi sekarang belum bisa memutuskan kegiatan di sekolah karena masih meningkatnya grafik kasus Covid-19 di Kabupaten Pangandaran," katanya, Kamis (7/1/2021).

Agus mengatakan, salah satu yang menjadi pertimbangan belum bisa memutuskan KBM tatap muka di sekolah adalah meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan Disdikpora sangat hati-hati terutamanya dalam mengambil keputusan. Namun, secara sarana dan prasarana sekolah telah siap pada semester ganjil mulai tingkat SD dan SMP di Pangandaran menggelar KBM tatap muka.

"Kami meminta para kepala sekolah di semua tingkatan untuk mengecek ulang kesiapannya mulai sarana dan prasarana yang berkaitan dengan protokol kesehatan untuk memastikan kesiapan di sekolah benar-benar matang agar KBM tatap muka bisa dilaksanakannya secara aman dan nyaman," ujarnya.

Menurutnya, KBM tatap muka yang dilakukan jika di sekolah diperbolehkan masuk sistem yang dilakukannya akan sangat ketat karena jumlah siswa yang datang ke sekolah akan dibatasinya. Karena, satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di satu desa, maka sekolah di desa ditutup semua tetapi kalau KBM tatap muka lebih banyak mudaratnya, akan lakukan belajar di rumah.

"Kami tetap harus melihat hasil swab terlebih dulu, kalau sudah ada bisa putuskan untuk melakukan KBM tatap muka. Namun, selama ini tetap akan mengutamakan keselamatan anak-anak dalam pembelajaran bukan pilihan satu-satunya yang penting siswa bisa belajar aman dan nyaman," pungkasnya. (Kristiadi/AD/OL-10)

Baca Juga

MI/Haryanto

Saloka Gelar Roadshow Mall to Mall di Magelang hingga 2 Oktober

👤Haryanto 🕔Minggu 25 September 2022, 17:16 WIB
MENJELANG akhir tahun, Saloka Theme Park, taman rekreasi terbesar di Jawa Tengah mulai gencar mengadakan special event Roadshow Mall to...
dok.ist

SDG Lampung Selatan Gelar Gebyar Santri dan Jalan Sehat

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 17:00 WIB
SETIDAKNYA ada 1.000 santri dan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan meramaikan kegiatan 'Gebyar Santri dan Jalan Sehat, Damai untuk...
MI/Selamat Saragih

Sobat Jarwo Gelar Baksos Harayakan Hari Tani Nasional di Karawang

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 25 September 2022, 16:40 WIB
SOBAT Jarwo di Karawang merayakan Hari Tani Nasional dengan bakti sosial berbagi sembako kepada para...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya