Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA tidak menolerir terorisme. Aparat keamanan terus memburu pelaku teror serta membasmi jaringan mereka hingga ke lubang semut. Tidak terhitung sudah pelaku teror ditangkap, dipenjara, dan akhirnya menjalani hukuman mati.
Tetapi tidak sedikit pula bekas narapidana terorisme kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Mereka berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Untuk ini, negara berkewajiban mengayomi dengan memperbaiki kehidupan sosial mereka di tengah masyarakat melalui program deradikalisasi.
Sungguh tidak mudah mengembalikan mantan teroris ke tengah-tengah masyarakat. Salah-salah deradikalisasi berujung gagal. Mantan teroris justru berhasil merekrut warga lain mengikuti jejaknya dengan iming-iming uang.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) cepat tanggap dengan memperkenalkan program pembinaan mantan teroris sekaligus mencegah warga ikut-ikutan menjadi teroris. Apa itu? Ya, itulah rehabilitasi mantan teroris berbasis kesejahteraan masyarakat di sektor perkebunan, pertanian serta industri kecil dan menengah. "Pendekatan itu diharapkan bisa memutus mata rantai agar warga di satu wilayah atau di satu kawasan tidak mengikuti gerakan intoleransi, radikalisme dan terorisme," kata Kepala BNPT Boy Rafli Amar.
Simak laporan lengkap Deradikalisasi Seiring dengan Kesejahteraan dalam Fokus Media Indonesia, Rabu (6/1) sebanyak 4 halaman e-paper. Selamat membaca.
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved