Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Lima hari setelah pemblokiran jalan masuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan di Bantul, Yogyakarta dikepung sampah.
Tempat pembuangan sampah sementara yang ada di Kota Yogyakarta sudah tidak mampu menampung sampah-sampah warga. Bahkan, beberapa titik di ruas jalan di Kota Yogyakarta pun penuh tumpukan sampah.
Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Haryoko mengakui, Kota Yogyakarta yang paling terdampak atas penutupan TPST Piyungan sejak 18 Desember 2020. "Pembuangan sampah kami ke sana. Kami andil terbesar (pembuangan sampah di TPST Piyungan)," jelas dia.
Ia menyebut, dari 600 ton sampah yang dibuang ke TPST Piyungan per hari, 360 ton atau sekitar 60%-nya adalah sampah dari Kota Yogyakarta, sampah perkantoran hingga sampah rumah tangga.
Pihaknya sudah berusaha mengurangi ketergantungan terhadap TPST Piyungan dengan melakukan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Namun, 481 bank sampah yang aktif baru mengurangi 3% sampah yang dibuang ke TPST Piyungan. Selain itu, ada pula peran pelapak dan pemulung di tempat pembuangan sampah sementara juga mampu mengurangi sampah yang dibuang ke TPST Piyungan hingga 15%.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji yang mengatakan, pihaknya tengah melakukan perbaikan TPST Piyungan agar akses jalan di TPST Piyungan lancar, sampat tidak berhamburan di jalan, serta air lindi tidak keluar area TPST Piyungan.
Lahan sekitar 2,5 hektare di sisi Utara TPST Piyungan yang akan dimaksimalkan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi TPST Piyungan. "Begitu air hujannya bisa hilang (tidak mengalir keluar dari area TPST Piyungangan) truk-truk sudah bisa masuk," terang dia.
Ia pun menegaskan, sebelum Natal, sampah-sampah yang terbengkalai karena penutupan TPST Piyungan bisa segera diangkut ke TPST Piyungan.
TPST Piyungan menjadi tempat pembuangan sampah untuk Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. TPST tersebut menerima sekitar 600-an ton sampah per hari.
Sebelumnya, Juru bicara warga di sekitar TPST Piyungan, Maryono mengungkapkan, pihaknya mengeluhkan, jalan menuju TPST Piyungan sudah tidak layak sehingga membuat antrean panjang truk sampah pada saat turun hujan. Selain itu, ia juga mengeluhkan banyaknya sampah yang berserakan di jalanan di TPST Piyungan.
Maryono menyebutkan bahwa Pemda DIY sudah mulai bertindak dengan mendorong sampah ke tengah. Akses ke TPST Piyungan baru akan dibuka jika semua sudah benar-benar siap. (AT/OL-10)
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, turun langsung menemui massa aksi di halaman Mapolda DIY.
Dana Keistimewaan DIY 2026 akan dipangkas lebih dari 50% hingga menjadi Rp500 miliar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, berat jika harus melakukan lobi-lobi
PEMERINTAH pusat merencanakan pengurangan Dana Keistimewaan (Danais) bagi DIY, sebesar 50%, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan pemda perlu mencari sumber dana lain
KASUS Leptospirosis di Kota Yogyakarta dilaporkan meningkat signifikan meski musim hujan telah berakhir. Diduga, peningkatan kasus tersebut berkaitan dengan persoalan sampah.
Merayakan Hari Kemerdekaan. Indonesia bisa dengan mendatangi beragam tempat bersejarah dan sarat makna budaya.
Landasan hukum untuk menindak tegas fenomena ini sudah ada, yaitu Instruksi Gubernur DIY Nomor 5 Tahun 2024 tentang Optimalisasi Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.
Pemkot Bandung Jawa Barat (Jabar) bersama Ikatan Alumni Teknik Lingkungan (IATL) ITB, mengambil langkah nyata untuk menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.
KLH/BPLH tegaskan target 100% sampah terkelola 2029 lewat larangan open dumping, kewajiban industri, dan kolaborasi lintas sektor di Indo Waste 2025.
Pengelolaan sampah melalui fasilitas RDF bisa digunakan sebagai bahan bakar energi lain seperti untuk bahan bakar PLTU dan energi listrik.
KASUS Leptospirosis di Kota Yogyakarta dilaporkan meningkat signifikan meski musim hujan telah berakhir. Diduga, peningkatan kasus tersebut berkaitan dengan persoalan sampah.
Proyek instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan yang di Makassar mendapat penolakan warga.
Pertalindo mendorong berbagai upaya agar persoalan sampah bisa diatasi seiring terwujudnya pembangunan berkelanjutan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved