Kamis 17 Desember 2020, 06:50 WIB

Padat Karya Penanaman Mangrove di NTT Capai 631 Hektare

Palce Amalo | Nusantara
Padat Karya Penanaman Mangrove di NTT Capai 631 Hektare

MI/Palce Amalo
(Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong melakukan penanaman mangrove di Desa Langkosambi Timur, Kecamatan Riung, Ngada.

 

WAKIL Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong menilai program padat karya penanaman mangrove (PKPM) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) di Nusa Tenggara Timur berhasil. Hal itu dilihat dari luas penanaman yang telah mencapai 631 hektare dari target semula 500 hektare. Anggaran yang digelontorkan untuk program ini di NTT sebesar Rp13 miliar, seluruhnya terserap dengan baik.

"Dengan realisasi anggaran 99,9%, berarti sukses untuk NTT karena seluruh anggaran terserap," ujarnya saat melakukan penanaman mangrove di Desa Langkosambi Timur, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Kamis (17/12).

Untuk NTT, program pemulihan ekonomi nasional melalui program padat karya penanaman mangrove, terdapat di 17 kabupaten yang kerjakan oleh 56 kelompok masyarakat atau 2.078 orang. Program ini mengunakan pola intensif dan pengkayaan. Untuk program penanaman di Langkosambi Timur, sesuai laporan Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Benain Noelmina, seluas 50 hektare, menggunakan pola pengkayaan 1.000 batang per hektare.

Ekosistem mangrove sangat penting yakni menyerap karbondioksida dan penyangga jika terjadi gelombang tsunami. Pengalaman tsunami di Aceh, menurut Alue Duhong, kampung-kampung dengan  kondisi mangrove yang bagus, kerusakan bangunan dan infrastruktur serta korban jiwa sangat kecil, namun daerah-daerah yang mangrovenya dibuka seluruhnya untuk tambak justru kehancurannya sangat besar. 

"Jadi sebetulnya mangrove ini sebagai buffer zone (zona penyangga) kalau terjadi gelombang tsunami," tambahnya.

baca juga: Masyarakat Riung Jalankan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Selain itu, jika mangrove bagus, di sana akan terdapat banyak udang, kepiting dan ikan. 

"Jadi, kita pulihkan mangrovenya, dan masyarakat mendapat tambahan penghasilan," kata Alue Duhong.

Program padat karya penanaman mangrove tahun ini terdapat di 32 provinsi seluas 15.000 hektare, bakal bertambah sebanyak 60.000 hektare pada 2021 dengan pola yang sama, untuk memulihkan ekonomi nasional serta meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. (OL-3)
 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Jaswita Jabar Kembangkan Objek Wisata Baru di Ciwidey

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:40 WIB
Hejo Forest menyajikan wisata alam di Kabupaten...
MI/Ruta Suryana

240 Siswa PAUD dan Orangtua Berkolaborasi Ikuti Lomba Kreativitas

👤Ruta Suryana 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:38 WIB
Pada acara ini ada 3 kegiatan yang dilombakan. Yakni Lomba Peragaan Busana ke Pura, Lomba Simulasi Berlian, dan Lomba Menyajikan...
DOK MI

Polda NTT Tahan Istri Terdakwa Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak

👤Palce Amalo 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:34 WIB
POLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) menahan Irawaty Astana Dewi Ua atau Ira, istri Randy Bajideh, terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak. Ira...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya