Rabu 09 Desember 2020, 04:25 WIB

Menyiapkan Daerah Penyangga yang Kuat di IKN Baru

(Sug/N-3) | Nusantara
Menyiapkan Daerah Penyangga yang Kuat di IKN Baru

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
AKSES MASUK IBU KOTA NEGARA BARU: Foto aerial proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kart

 

DARI empat daerah penyangga ibu kota negara baru di Kalimantan Timur, Kota Balikpapan sudah lebih siap. Kota bisnis ini juga memiliki potensi dan daya tarik yang lebih tinggi jika dibanding dengan tiga daerah penyangga lainnya.

"Tiga daerah lain ialah Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Kota Samarinda masuk ke kateogri potensi dan daya tarik sedang. Ke depan, daerah penyangga ini perlu menerapkan strategi khusus yang berbeda-beda, yakni menyesuaikan dengan potensi masing-masing," papar Kepala Lembaga Administrasi Negara Adi Suryanto saat memaparkan hasil kajian Penguatan Daerah Penyangga dalam Mendukung Ibu Kota Negara (IKN) yang dilakukan Pusat Pelatihan, Pengembangan Kajian Desentralisasi, dan Otonomi Daerah, di Samarinda, kemarin.

Kajian dilakukan selama 10 bulan. Daerah penyangga ditempatkan sebagai subjek. "Kajian ini dibuat untuk melihat kesiapan daerah penyangga IKN dan menemukan strategi yang tepat untuk menguatkan keempat daerah tersebut," lanjut Adi.

Selain menggali informasi di empat daerah itu, Puslatbang KDOD juga belajar dari pengalaman daerah penyangga ibu kota Jakarta, yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Hasil kajian merekomendasikan Kota Balikpapan menyiapkan diri dengan menerapkan strategi maximize investment pada sektor industri, pariwisata, perhubungan, dan perumahan. Sementara itu, Kota Samarinda dapat menerapkan strategi selective growth di sektor perdagangan dan pariwisata.

"Pertumbuhan selektif di Kutai Kartanegara perlu dilakukan di tiga sektor, yakni pariwisata, pertanian, dan permukiman. Di Penajam Paser Utara perlu menerapkan strategi spesialisasi tertentu pada sektor pertanian dan permukiman," tambah Kepala Puslatbang KDOD LAN Mariman Darto.

Daerah penyangga, lanjutnya, tidak boleh hanya menjadi penggembira dalam gegap gempita rencana pemindahan ibu kota negara. Seiring berjalannya waktu, persiapan-persiapan baik secara konsep dan rencana kebijakan, serta teknis pelaksanaan harus sering diangkat dalam diskursus yang lebih intens lagi. "Dengan adanya penguatan daerah penyangga IKN sejak dini, IKN yang baru akan tumbuh dan berkembang dalam waktu yang cepat," tandas Mariman. (Sug/N-3)

Baca Juga

Antara

Bentrok di Sorong Jangan Sampai Jadi Perhatian Dunia

👤Febry Septian/Putri Lukman (Metro TV) 🕔Selasa 25 Januari 2022, 14:54 WIB
ANGGOTA Komisi III DPR Arsul Sani meminta pemerintah memberi penjelasan terkait dengan bentrok antar-kelompok di Sorong, Papua Barat,...
dok.Binda Jateng

Binda Jateng Gelar Vaksinasi Massal di 4 Lokasi di Banyumas

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 25 Januari 2022, 14:25 WIB
BADAN Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah (Jateng) terus melakukan vaksinasi di Jateng, salah satunya adalah...
Medcom.id.

Angin Puting Beliung Rusak Dua Rumah di Padang

👤Yose Hendra 🕔Selasa 25 Januari 2022, 14:16 WIB
Dua rumah warga itu mengalami kerusakan pada atap dan kuda-kudanya yang diterbangkan oleh angin puting beliung, Senin (24/1) pagi sekitar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya