Jumat 27 November 2020, 03:30 WIB

Pandemi juga Menyasar Kepala Daerah

Usman Affandi | Nusantara
Pandemi juga Menyasar Kepala Daerah

ANTARA FOTO/Rendra
Petugas memakamkan jenazah Bupati Situbondo Dadang Wigiarto di tempat pemakaman umum Patokan, Situbondo, Jawa Timur, kemarin.

 

PERINGATAN bahwa pandemi belum berakhir kembali datang dengan cara menyentak, kemarin. Hanya berselang dua hari setelah diumumkan positif covid-19, Bupati Situbondo, Jawa Timur, Dadang Wigiarto meninggal dunia.

Karena mengalami gejala covid-19, Dadang dilarikan ke RSUD Abdoer Rahem, Situbondo. Pada Selasa (24/11), tes usap dilakukan dan hasilnya positif. Dadang pun menjalani perawatan di ruang isolasi.

Sehari kemudian, Sekretaris Daerah Syaifullah menyatakan kondisi bosnya stabil. “Dari mana Pak Bupati tertular, kami belum bisa pastikan. Yang pasti kegiatannya sangat padat.”

Kemarin, Juru Bicara Satgas Covid-19 Situbondo Dadang Aries Bintoro mengonfirmasi sang bupati sudah tiada. Ia menjadi kepala daerah keenam yang wafat dalam pandemi.

Nasib serupa juga menimpa Camat Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Imran. Ia meninggal dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Denpasar, Bali.

“Dia sudah beberapa hari dalam perawatan. Kami sudah melakukan pemeriksaan tes usap terhadap 44 staf Kantor Kecamatan Komodo di Puskesmas Labuan Bajo,” papar Kepala Dinas Kesehatan Paulus Mami.

Tur Brebes-Bromo

Pekan lalu, Bupati Brebes, Jawa Tengah, Idza Priyanti mengajak anak buah dan keluarganya melakukan tur ke Bromo, Malang, Jawa Tengah. Pulang wisata, dari 36 rombongan, 10 orang terjangkit dan berkembang sampai kemarin menjadi 13 orang.

“Ibu sehat, tapi suami dan dua anak Bupati terjangkit. Delapan pegawai di Badan Kepegawaian terjangkit karena seorang pejabatnya ikut tur,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sartono.

Di Nusa Tenggara Timur, keteledoran menyebabkan lima kantor harus ditutup sementara. Selain di Kupang, empat kantor lain berada di Sumba Barat Daya.

“Tujuh pegawai di Kupang terkonfirmasi positif,” papar Juru Bicara Pemprov NTT, Marius Jelamu.
Bahaya benar-benar belum lewat. Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, penularan cepat terjadi di lingkungan industri.

“Dalam dua hari ini ada 166 kasus baru. Jumlah total warga yang terjangkit sudah mencapai 2.563 orang, 565 di antaranya masih dalam perawatan,” kata Juru Bicara Satgas Fitra Hergyana.

Sumbangan terbesar dari klaster industri. Gelombang penderita yang terus datang itu membuat kapasitas tempat tidur di rumah sakit sudah penuh. “Kami membuka dua hotel di Telukjambe Timur untuk ruang isolasi tambahan,” lanjut Fitra.

Kota Semarang juga belum lepas dari ancaman. Kasus baru terus meningkat. “Sampai hari ini, kami masih harus merawat 595 pasien, bertambah dari sehari sebelumnya 562 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Abdul Hakam.

Kepala Satpol PP Fajar Purwoto menambahkan kondisi itu membuatnya memperluas operasi yustisi. “Selain ke jalan, pasar, dan tempat keramaian, operasi juga kami lakukan masuk ke perkantoran dan perusahaan.”

Di Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, dalam satu hari ada penambahan 90 kasus baru, 81 di antaranya pelajar madrasah diniah putri. (JL/JI/PO/CS/AS/YH/RF/HK/FL/N-3)

Baca Juga

Dok. Pemprov Kepri

Pusat Kaligrafi Al-Quran Diproyeksikan Jadi Ikon Baru kepri

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 01:15 WIB
Apalagi, kata Arif, selama ini Kepri sudah dikenal melalui wisata sejarah dan budaya, yang juga identik dengan dunia...
DOK Basarnas

Sejumlah Partai Distribusikan Bantuan untuk Korban Gempa Majene

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 01:00 WIB
Bantuan serupa juga disalurkan Partai Nasdem dan PDI...
Antara/Adwit B Pramono

Sulut Wajibkan Tamu ke Kantor Gubernur Ikut Rapid Test Antigen

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 00:30 WIB
Kebijakan wajib tes cepat antigen bagi ASN/THL dan tamu ini dalam rangka mencegah penyebaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya