Rabu 25 November 2020, 01:00 WIB

Digitalisasi Penyiaran Merangkul kembali Wilayah 3T

(RO/N-3) | Nusantara
Digitalisasi Penyiaran Merangkul kembali Wilayah 3T

MI/PIUS ERLANGGA
Lestari Moerdijat Wakil Ketua MPR RI.

 

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memperingatkan di era globalisasi ada indikasi lunturnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Keadaan itu terjadi akibat masih lemahnya penetrasi siaran analog di wilayah-wilayah tersebut.

"Faktanya, di wilayah 3T, saat ini didominasi oleh siaran-siaran televisi negara lain. Selain itu, potensi ekonomi belum dikelola dengan baik," ujarnya dalam diskusi daring terkait Digitalisasi Penyiaran di Indonesia yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (23/11).

Digitalisasi penyiaran, sambungnya, berpotensi memperkuat dan memperluas cakupan penyiaran sehingga mampu menjawab tantangan di wilayah 3T. "Faktor-faktor itulah yang harus menjadi pendorong kita untuk menunjukkan keseriusan membangun infrastruktur penyiaran di wilayah 3T," ujar legislator Partai NasDem itu.

Membangun industri penyiaran digital agar bisa menjangkau wilayah perbatasan, menurut Rerie, bukan sekadar agar siaran televisi bisa dinikmati masyarakat di wilayah itu dengan baik. Digitalisasi penyiaran harus mampu meningkatkan peran lembaga penyiaran dalam membangun ketahanan budaya dan ideologi bangsa.

Dia menambahkan, dengan kelebihan sistem digitalisasi dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, bisa dimanfaatkan untuk menyiarkan informasi ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar sehingga mampu memberi pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

Media penyiaran, jelasnya, memiliki kemampuan untuk menetralkan berita yang salah dan cenderung menciptakan berita bohong. "Dengan tata kelola yang baik, industri penyiaran digital juga diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi di wilayah 3T."

Tantangan penyiaran digital di masa datang, menurut Rerie, antara lain perlu penguatan informasi dan konten digital sehingga mampu ikut membangun nasionalisme bangsa. Konten yang diharapkan seharusnya mengandung nilai kebangsaan seperti nilai-nilai pada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (RO/N-3)

Baca Juga

Medcom.id

Satgas di Manggarai Baru Tahu Pasien Covid-19 setelah Meninggal

👤Yohanes Manasye 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:36 WIB
Korban keenam ialah seorang dosen pada Unika Santu Paulus...
MI/Martinus Solo

Menkominfo RI Salurkan 65 Tower BTS Kepada Pemkab Sorong Selatan

👤Martinus Solo 🕔Rabu 27 Januari 2021, 13:41 WIB
Dikatakan Bupati Sorong Selatan Eppi Antoh, hampir 80% wilayah Kabupaten Sorong Selatan sudah terjangkau dengan akses jaringan...
MI/Ardi Teristi

Gunung Merapi Luncurkan 21 Kali Awan Panas dalam 6 Jam

👤Agus Utantoro 🕔Rabu 27 Januari 2021, 13:35 WIB
Awan panas tersebut meluncur mencapai jarak luncur maksimal 1.600 meter dari puncak dengan amplitudo maksimal 600 milimeter dan durasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya