Selasa 17 November 2020, 11:49 WIB

Yayasan Solo Peduli Sumbang Buku Bacaan Untuk Pengungsi Merapi

Widjajadi | Nusantara
Yayasan Solo Peduli Sumbang Buku Bacaan Untuk Pengungsi Merapi

MI/Widjajadi
Relawan Solo Peduli mengajari bermain dengan mainan anak-anak sekaligus mendongeng di pengungsian Tlogolele, Kabupaten Boyolali.

 

KEJEMUAN dan rasa bosan anak-anak di pengungsian Merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, kabupaten Boyolali selama 9 hari terakhir ini terobati dengan datangnya relawan dari Yayasan Solo Peduli yang membawakan mainan dan juga buku buku bacaan. Para relawan kemanusiaan dari Solo Peduli selain membantu proses evakuasi pada 9 November, juga terus mencermati keberadaan kejiwaan anak-anak dan balita, selama di pengungsian.

Mereka juga membuat Posko Kemanusiaan Solo Peduli yang dekat dengan lokasi pengungsian, untuk berbagi dengan barisan relawan lain. Semua tergabung dalam misi membangkitkan semangat anak usia rentan agar tidak terpuruk dalam menghadapi kegawatan aktivitas vulkanik Merapi yang menuju fase erupsi.

"Dari ratusan pengungsian usia rentan, ada sedikitnya 50  balita dan anak anak usia 10 tahun berada di lokasi TPPS (tempat penampungan pengungsian sementara) Tlogolele. Mereka tidak hanya butuh logistik, tapi juga perlu pendampingan psikososial dari relawan," kata Ketua Tim Sigab Solo Peduli, Edhy Yuda di TPPS Tlogolele, Selasa (17/11).

Edhy mengatakan melalui mainan dan juga buku buku bacaan yang disediakan oleh Solo Peduli, maka dalam suasana yang serba darurat, balita dan anak anak menjadi tercerahkan jiwanya. 

"Anak anak tidak menjadi gelisah ataubbosan selama di pengungsian, karena bisa bermain, dan baca buku bergambar yang lucu lucu," imbuh dia.

Solo Peduli dalam upaya membantu semangat anak anak usia rentan di pengungsian, juga akan membawa tukang dongeng, sehingga keceriaan anak anak selama menghadapi proses tanggap darurat di tengah Merapi dalam status Siaga ini. Sejumlah anak tampak gembira membaca buku buku cerita bergambar dan juga mainan yang dibawakan Solo Peduli. Tingkah lucu dan menggemaskan dari anak anak, cukup memberikan suasana gembira di lokasi pengungsian.

baca juga: 353 Warga KRB III Merapi Bertahan di Pengungsian

Amalia (9), salah satu anak yang ikut mengungsi di TPPS Tlogolele merasa senang dengan adanya banyak mainan. Sebelum ada mainan dan buku, dia sering merasa bosan,karena  hanya bisa tiduran dan mainan tanah. 

"Buku buku dan mainan semua bagus, saya suka," ujar bocah perempuan yang dibawa mengungsi ibunya dari tempat tinggalnya di Dukuh Stabelan,yang berjarak sekitar 3 km dari puncak Merapi.

Solo Peduli akan terus mencoba membantu meringankan beban pemerintah, dalam sisi tugas kemanusiaan di tengah aktivitas Merapi yang terus meningkat. Tidak hanya di TPPS wilayah kecamatan di Boyolali, mereka juga bergerak di TPPS yang ada di kabupaten lain yang terdampak bencana Merapi. (OL-3)
 

Baca Juga

AFP/BNPB

Korelasi Erupsi Semeru dengan Kejadian Serupa di 1 Desember 2020

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Minggu 17 Januari 2021, 10:38 WIB
Menurut dia, aktivitas vulkanik dalam periode waktu tersebut cenderung belum menunjukkan penurunan. Intensitas guguran lava pijar juga...
MI/TOSIANI

Perpustakaan Daerah Temanggung Terapkan Protokol Kesehatan

👤Tosiani 🕔Minggu 17 Januari 2021, 10:35 WIB
Perpustakaan Daerah Temanggung mulai beroperasi kembali Senin (18/1). Protokol kesehatan akan diterapkan secara...
Ilustrasi

Bupati Manggarai Timur Positif Rapid Antigen

👤Yohanes Manasye 🕔Minggu 17 Januari 2021, 10:31 WIB
"Bapak Bupati saat ini secara fisik sehat dan tidak ada yang luar biasa dan bapak langsung menjalani isolasi atau karantina mandiri di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya