Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENAIKAN status aktivitas Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga disambut gerakan besar di sejumlah daerah. Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, beraksi dengan mulai mengevakuasi warga pada Minggu (8/11).
“Pemkab sedang menyiapkan barak pengungsian. Yang diutamakan untuk dievakuasi ialah warga rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil dan disabilitas,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DI Yogyakarta, Biwara Yuswantana.
Barak pengungsian disiapkan untuk mampu menampung 300-an warga. BPBD juga menyiapkan tempat evakuasi untuk ternak dengan kapasitas 150 ekor.
Sekretaris Daerah Sleman, Harga Kiswoyo, menambahkan barak disiapkan di Desa Glagaharjo, Cangkringan. “Meski mampu menampung 300-an jiwa, kami pastikan barak hanya akan diisi tidak sampai setengahnya. Supaya tidak terlalu padat dan kita mematuhi protokol kesehatan.”
Untuk kelompok rentan, tambahnya, jumlahnya sekitar 100-an orang. “Jika harus mengungsi, kelompok rentan akan diutamakan.
” Pemkab Magelang, Jawa Tengah, lebih cepat bertindak. Sejak kemarin, mereka telah mengevakuasi kelompok rentan ke desa-desa penyangga yang lokasinya lebih aman.
“Kelompok rentan berasal dari tiga dusun di Desa Krinjing, 4 dusun di Ngargomulyo dan 2 dusun di Paten, seluruhnya di Kecamatan Dukun. Evakuasi dilakukan secara mandiri,” papar Kepala BPBD Edy Susanto.
Di Boyolali, koordinasi sudah dilakukan BPBD bersama camat dan kepala desa di Kecamatan Selo. “Semua personel, logistik sudah disiapkan, termasuk jika harus melakukan evakuasi,” papar Kepala BPBD, Bambang Sinungharjo.
Kesiapan juga dilakukan Polres Klaten. “Saya sudah minta Kapolsek Kemalang untuk memeriksa kesiapan evakuasi warga, transportasi, dan lokasi pengungsian,” ujar Kapolres AKB Edy Sitepu.
Terkait pengungsian, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta penataannya disesuaikan dengan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. “Saya sudah minta ketiga pemkab untuk menata lokasi pengungsian sehingga tidak harus berdesakdesakan.”
Ia meminta pengungsian diatur berjarak dengan tendatenda. “Kalau bisa dibuat per keluarga agar lebih bagus dan nyaman untuk pengungsi.” (AT/AU/WJ/TS/JS/N-3)
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved