Minggu 01 November 2020, 12:48 WIB

UMP Sulsel 2021 Naik 2%

Lina Herlina | Nusantara
UMP Sulsel 2021 Naik 2%

MI/Lina Herlina
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah membacakan keputusan naiknya UMP Sulsel sebesar 2%.

 

GUBERNUR Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Sabtu (31/10) malam, di rumah dinasnya menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel naik 2%, dari Rp3.103.800 menjadi Rp3.165.876, atau bertambah sekitar Rp62.076.

Menurutnya, keputusan itu diambil dari keputusan bersama dengan dewan pengupahan.

"Jika kita membandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia, Sulsel menempati urutan ke-7 dengan UMP tertinggi di Indonesia, di bawah DKI Jakarta, Papua, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, Aceh, dan Papua Barat," kata Nurdin.

Dia juga menyebutkan UMP Sulsel ini efektif berlaku pada 1 Januari 2021.

Baca juga: Gubernur DIY Tetapkan UMP DIY 2021 Naik 3.54%

"Diminta kepada seluruh pengusaha mentaati keputusan ini. Semoga apa yang kita tetapkan ini dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja. Kita juga berharap dapat menjaga dan meningkatkan ikiim investasi di daerah kita," sebut Nurdin.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memutuskan tidak menaikkan upah minimum provinsi (UMP) 2021. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum 2021 masa pandemi Covid-19.

Tapi, Sekretaris DPD Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Sulsel Muis meminta dan akan terus memperjuangkan UMP 2021 bisa diusulkan naik 5%.

"Kenaikan UMP 2021 bisa menjadi langkah memberikan semangat kepada para buruh/pekerja, dan juga sebagai kekuatan untuk meningkatkan daya beli masyarakat," serunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Darmawan Bintang bingung dengan permintaan buruh untuk kenaikan UMP 2021 sebesar 5%.

"Ya, hitungannya bagaimana? Ini ditetapkan menurut kemampuan, walaupun ada permintaan dari teman-teman serikat pekerja untuk naik 5%, tapi kita juga mendengar dari sisi pengusaha sehingga terjadi semacam dialog angka mana yang menguntungkan bagi dua pihak dan terpilihlah angka 2% itu," urai Darmawan, Minggu (1/11).

Dia juga mengungkapkan, dengan ditetapkan UMP 2021 itu artinya kabupaten/kota di Sulsel harus ikut aturan itu.

"Tapi bisa lebih tinggi asalkan mereka (kabupaten/kota) mampu dan itu ditetapkan oleh pemerintah setempat. Asalkan jangan di bawah 2%," ungkap Darmawan. (OL-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Komisaris Polisi "Shah Rukh Khan" Pimpin Pengibaran Bendera di Bawah Laut Berau

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 08:46 WIB
Ramadhanil mewakili Polres Berau memimpin pengibaran bendera Merah Putih di bawah perairan Pulau Maratua, dengan kedalaman 17 meter di...
Ist/PLN Babel

HUT ke-77 RI, PLN Babel Terangi Masyarakat dan Wisata Pantai Tambak Sukamandi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 08:26 WIB
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada PT. PLN yang menyediakan jaringan listrik di salah satu...
dok.ist

Aksi Petugas Amankan 212 Calon PMI di Sumut hingga 4 Hari Dikritisi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 08:18 WIB
SEBANYAK 212 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) diamankan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut. Mereka rencananya akan ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya