Minggu 01 November 2020, 09:02 WIB

Pemprov Sumsel Rekrut Seribu Penyuluh Pertanian

Dwi Apriani | Nusantara
Pemprov Sumsel Rekrut Seribu Penyuluh Pertanian

DOK. SIPINDO
Ilustrasi--Petugas penyuluh (kiri) memberikan penjelasan kepada petani mengenai penyakit tanaman cabai dan pengendaliannya.

 

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) telah membuka rekrutmen bagi 1.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sarjana pertanian untuk menjadi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk mendukung pembangunan pertanian di seluruh pelosok Sumsel.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui pentingnya penyuluh pertanian untuk mendampingi dan mengawal petani bagi kemajuan sektor pertanian Sumsel.

"Mereka yang terpilih akan ditugaskan ke sejumlah sentra pertanian Sumsel," kata Herman Deru.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Sumut Tahun Ini Mentok di 1,6 Persen

Menurutnya, setelah diterima, PPL akan ditempatkan di sejumlah kabupaten yang merupakan sentra produksi pertanian Sumsel seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan OKU Timur.

"Tujuannya untuk memberikan edukasi bagi petani, utamanya terkait cara bercocok tanam. Mulai pemilihan benih, pemupukan, pemeliharaan tanaman dan pascapanen," kata Herman Deru.

Langkah Pemprov Sumsel sejalan dengan instruksi dan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo kepada pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan pusat meningkatkan produksi pertanian di seluruh Indonesia, didukung penyuluh pertanian.

"Penyuluh adalah garda terdepan mengawal program utama dan mendampingi petani mencapai target produksi pertanian nasional," kata Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan SDM pertanian, khususnya peran penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani).

Berdasarkan lampiraan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) dari Pemprov Sumsel menyebut lowongan dibuka untuk tenaga Pendamping Peningkatan Ekonomi Petani (PPEP) sebutan lain untuk PPL di Sumsel. Posisi yang dibutuhkan antara lain Pendamping Penyuluh, Pendamping Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dan Pendamping Pengawas Benih Tanaman (PBT).

Persyaratan utama adalah Warga Negara Indonesia (WNI), sehat jasmani dan rohani, usia maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran, tidak terikat kontrak kerja dengan instansi dan lembaga lain, berdomisili di kecamatan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Pelamar juga harus melampirkan surat keterangan sehat dan bebas Narkoba yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah, berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan berkelakuan baik dari Kepolisian RI (Polri), mampu mengoperasikan komputer, memiliki dan mampu mengoperasikan smartphone dan memiliki SIM C.

Kualifikasi pendidikan harus lulusan sekolah menengah kejuruan atau SMK pertanian untuk Pendamping Penyuluh, POPT dan PBT. Sementara untuk sarjana pertanian yang dibutuhkan dari program studi agronomi, agroteknologi, agribisnis dan peternakan. Setelah pelamar diterima akan ditempatkan sebagai pendamping penyuluh, POPT dan PBT.

Pendaftaran dibuka pada minggu pertama November 2020 melalui laman daring Universitas Sriwijaya (Unsri) kemudian pengumuman resmi akan disampaikan melalui media massa pada 2-4 November 2020. (OL-1)

Baca Juga

123.rtf

Gubsu Minta Kawasan Danau Toba Ramai Ditanam Macadamia

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 24 Januari 2021, 07:44 WIB
Selain untuk penghijauan dan menjaga degradasi lahan, tanaman Macadamia juga, kata Edy, memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga bisa...
MI/Tosiani

Pengembangan Kaldera Toba, Warga Jangan Cuma Dijadikan Penonton

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 24 Januari 2021, 07:33 WIB
Masyarakat, menurut Gubsu, harus banyak dilibatkan dalam pengembangan tersebut. Yakni dengan mengajak, menggandeng dan menjadikan mereka...
medcom

Kasus Covid-19 di Maluku Utara Bertambah 24

👤Hijrah Ibrahim 🕔Minggu 24 Januari 2021, 06:55 WIB
Penambahan paling banyak berasal dari kabupaten Halmahera Barat 7 kasus, Pulau Morotai sebanyak 6 kasus, Halmahera Selatan 5 kasus, Kota...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya