Jumat 30 Oktober 2020, 12:47 WIB

Tahun Depan, Sawah di Bangka di Tanam Tiga Kali

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Tahun Depan, Sawah di Bangka di Tanam Tiga Kali

MI/Rendy Ferdiansyah
Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan

 

UNTUK meningkatkan produksi beras, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan mengoptimalkan penanaman padi dari dua kali setahun menjadi tiga kali dalam setahun. Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menyampaikan hal itu saat meninjau sawah di Kemuja dan Payabenua, Kabupaten Bangka, Jumat (30/10).

"Kami menargetkan pada tahun depan sawah di Kemuja dan Payabenua dapat melakukan penanaman dua kali dalam setahun dan bisa ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun," kata Erzaldi.

Ia memberikan arahan kepada Kabid Prasarana Sarana Pertanian dan Penyuluhan (PSP), Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat menyinergikan kegiatan-kegiatan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) berupa lumbung, irigasi, dan saluran cacing. 

Ia menyebutkan, luas sawah yang akan digarap 1.300 hektar. Namun pengolahan akan dilakukan secara bertahap sembari membangun embung atau bendungan di sepanjang sawah, mengingat daerah Kemuja merupakan areal rawa. Sehingga di daerah rawa diperlukan banyak embung untuk dapat menangkap air. 

"Semua dilakukan secara bertahap hingga mencapai 1.300 hektar. Kalau semua sudah terintegrasi salurannya. Dan beberapa embung juga bendungan yang direncanakan dibangun, maka hasil akan menjadi lebih optimal," ujarnya.

Menurut Erzaldi dari 1300 hektar sawah yang akan di kembangkan ini, bukan hanya beras putih tetapi ada juga beras hitam di sawah organik seluas 25 hektar. Sawah organik beras hitam ini akan dikembangkan lagi menjadi 50 hektar.

baca juga: Bambu Produk HHBK yang Menjanjikan

Sementara, Kabid PSP Dinas Pertanian, Asdianto mengatakan bahwa beras hitam organik ini sudah memiliki pangsa pasar yang jelas yaitu Jepang. Penanaman sawah organik di Bangka Belitung merupakan langkah yang tepat, karena Bangka Belitung merupakan daerah potensial untuk mengembangkan sawah organik.

"Untuk membuka sawah organik dibutuhkan lahan baru yang belum terkontaminasi oleh bahan kimia," pungkasnya. (OL-3)
 

Baca Juga

Dok Humas Basarnas Bandung

Tanah Ralokasi Korban Longsor Sumedang Boleh Dibangun Permukiman

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Januari 2021, 09:28 WIB
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Surya Tjandra izinkan izinkan tanah relokasi longsor Sumedang...
MI/Widjajadi

Curah Hujan makin Tinggi, BPBD Wonogiri terus Ingatkan Wonogiri

👤Widjajadi 🕔Kamis 21 Januari 2021, 09:21 WIB
Perahu-perahu kecil dihimbau hati-hati dalam mengarungi laut selatan yang terkenal dengan ombak tinggi, agar tidak terjebak bahaya saat...
MI/Susanto

Menteri Basuki Pastikan Sirkuit Mandalika Rampung Juli Ini

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Januari 2021, 09:20 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  memastikan Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat bakal rampung Juli ini untuk pelaksanaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya