Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS kesehatan melakukan fogging pada satu kampung, RT 8/13 Kelurahan Ciseureuh, Rabu (28/10). Ini menyusul merebaknya kasus chikungunya dan demam berdarah di perkampungan tersebut.
Sebelumnya dalam beberapa hari terakhir, puluhan warga secara bersamaan mengalami gejala kaki bengkak, tangan kaku, dan demam tinggi. Penyemprotan (fogging) dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, sedikitnya terhadap 98 rumah. Satu per satu rumah disemprot dari halaman hingga masuk ke bagian dapur.
Petugas kesehatan, Sri Haryanti, mengungkapkan, penyemprotan dilakukan sebagai penanganan jangka pendek atas merebaknya kasus chikungunya dan antisipasi demam berdarah dengue (DBD). Terlebih lagi, datangnya musim penghujan sangat berpotensi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
"Paling penting itu masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungannya. Kalau penyemprotan hanya sebatas membunuh nyamuk dewasa, tidak menyentuh jentik. Caranya ya lebih digiatkan kebersihan lingkungan dan tetap selalu melaksanakan kegiatan 3M," Kata Sri.
Sri berharap adanya kesadaran warga akan pentingnya membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan penampung air lemari es yang memiliki potensi sebagai tempat perkembangan nyamuk penular DBD.
Berdasarkan data di pengurus lingkungan setempat, kasus DBD di lingkungan RW 13 Kelurahan Ciseureuh terbilang tinggi. Tahun sebelumnya sebanyak 16 warga terjangkit dan tahun ini atau sampai Oktober 2020 sudah mencapai 20 kasus DBD. (OL-14)
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, menutup areal lokasi pembuangan sampah lama seluas 4 hektar, digantikan dengan lokasi pembuangan sampah baru di area TPA yang sama.
WARGA Purwakarta antre untuk menukar uang receh melalui layanan Kas Keliling Bank Indonesia (BI).
Arizal Juliana (25) warga Dusun 3 Karajan 2 Desa Tanjungsari Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta terduga pelaku curanmor yang tewas setelah di hakimi massa
Sangat penting bagi SPPG untuk melakukan pengelolaan limbah dan penegakan standar operasional prosedur
Kebakaran melanda Pasar Rebo Purwakarta dan menghanguskan tiga blok serta sekitar 50 kios. Tidak ada korban jiwa, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya ia mampu memproduksi kolang-kaling hingga 50 kg per hari, kini ia hanya mampu menghasilkan 15 hingga 20 kg saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved