Minggu 25 Oktober 2020, 05:49 WIB

Wamen LHK Beri Nama Buaya yang Lahir di Bali Safari Park

Arnoldus Dhae | Nusantara
Wamen LHK Beri Nama Buaya yang Lahir di Bali Safari Park

MI/Arnoldus Dhae
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong memegang anak buaya Sinyulong di Bali Safari Park.

 

WAKIL Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong, Sabtu (24/10), berkunjung ke Bali Safari Park. Kunjungan itu dalam rangka kunjungan kerja sekaligus memberi nama bayi buaya Sinyulong yang menetas di Bali Safari Park.

Bali Safari Park menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi pada hari ke-3 kunjungan kerja Wakil Menteri LHK di Provinsi Bali, setelah sebelumnya meninjau ke beberapa lokasi yaitu masyarakat pecinta lingkungan di Segara, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mangrove dan penanaman mangrove, pelepasliaran Curik Bali di Taman Nasional Bali Barat, dan beberapa kegiatan lainnya.

Kedatangan Wakil Menteri LHK dan rombongan disambut Direktur sekaligus pemilik Taman Safari Indonesia (TSI) Group Jansen Manansang beserta Deputy Director TSI Group Willem Manansang.

Baca juga: Masyarakat Pedalaman yang Kaya karena Hasil Hutan

Wakil Menteri dan rombongan lantas meninjau penerapan protokol kesehatan covid-19 di Bali Safari Park dan melakukan pemberian nama bayi buaya Sinyulong.

Buaya Sinyulong atau Tomistoma schlegelii merupakan keluarga buaya air tawar yang tersebar di Indonesia, Brunei, dan Malaysia. Buaya Sinyulong dikategorikan rentan atau vulnerable dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature) karena populasinya kurang dari 2.500 individu dan terus menyusut secara global  Tidak banyak lembaga konservasi (LK) yang mengembangbiakan jenis buaya ini.

Bali Safari Park berhasil melakukan pengembangbiakkan (breeding) dengan menghasilkan 24 telur buaya Sinyulong. Segenap tim medis dan perawat satwa pun merawat dan menjaga telur-telur tersebut.

Setelah melewati 100 hari masa pengeraman, tepatnya pada Januari 2020 lalu, 22 telur buaya Sinyulong berhasil menetas. Salah satu bayi sinyulong yang berhasil menetas tersebut akan diberi nama oleh Wakil Menteri LHK.

Nama yang diberikan Alue Dohong adalah Aldo Crocodilus.

"Karena nama saya dan nama anak saya juga Aldo," ujar Alue Dohong. "Kami senang sekali mendengar prestasi Bali Safari yang berhasil mengembangbiakkan buaya Sinyulong ini."

Pemberian nama tersebut disambut baik Bali Safari Park.

"Kami merasa terhormat dengan kesediaan Bapak Alue Dohong, selaku Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, yang memberi nama bagi bayi Sinyulong. Ini adalah penghargaan tidak ternilai bagi kegiatan konservasi yang telah dilakukan seluruh unit TSI Group, termasuk Bali Safari Park. Kami akan terus  menyelamatkan satwa-satwa langka dan terancam punah," tutur  Direktur Taman Safari Indonesia Group Jansen Manansang.

Dengan kehadiran bayi buaya Sinyulong ini, maka deretan keberhasilan pengembangbiakan satwa langka dan endemik Indonesia di Bali Safari Park makin bertambah. Hal tersebut membuktikan keseriusan Bali Safari Park dalam bidang konservasi satwa liar.

"Sejak berdiri, kami memang concern dalam konservasi satwa, terutama satwa-satwa endemik Indonesia yang terancam punah. Anakan satwa-satwa ini akan terus kami jaga dan rawat dengan baik hingga nanti bisa berkembang biak kembali. Tapi ini semua tidak bisa kami lakukan sendiri tanpa bantuan masyarakat yang mendukung dan berkunjung ke Bali Safari Park," jelas Deputy Director Taman Safari Indonesia Group Willem Manansang.

Perawatan anakan buaya Sinyulong dilakukan dengan cara menempatkan masing-masing anakan dalam satu kotak besar, yang dilengkapi dengan lampu penghangat serta UV-B. Suhu di dalam kotak tersebut dipertahankan 28-33 derajat Celsius.

Menurut Asisten Kurator di Bali Safari Park Kadek Kesuma Atmaja, pencatatan suhu dilakukan 4 kali sehari oleh perawat satwa (keeper).

Setiap hari, anakan buaya Senyulong ini diberi pakan potongan ikan nila, lele, dan jangkrik. Kesehatannya pun diawasi dengan ketat oleh tim medis Bali Safari Park. Sebab, anakan satwa sangat rentan terhadap penyakit.

Buaya Sinyulong hanya satu dari ratusan spesies satwa penghuni Bali Safari Park. Mereka dirawat dengan baik demi kelestariannya di masa mendatang. (OL-1)

Baca Juga

DOK MI

KPU DIY Pastikan Petugas KPPS Bebas dari Covid-19

👤Widhoroso 🕔Sabtu 28 November 2020, 23:25 WIB
KPU DIY memastikan seluruh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas pada pilkada bebas daru infeksi...
dok.MI

Tingkat Kesembuhan Covid di Padang Capai 89,9%

👤Yose Hendra 🕔Sabtu 28 November 2020, 20:45 WIB
DINAS Kesehatan Kota Padang mencatat tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Padang mencapai...
MI/Wdjajadi

Tidak Berizin, Baliho Rizieq Syihab di Bangkalan Diturunkan

👤Muhamad Ghazi 🕔Sabtu 28 November 2020, 18:16 WIB
Penurunan dilakukan karena baliho dan spanduk tersebut tidak berizin dan sebagian terpasang di daerah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya