Jumat 23 Oktober 2020, 08:23 WIB

Orangutan Serang Perkebunan di Aceh

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Orangutan Serang Perkebunan di Aceh

Greenpeace/AFP
Orangutan di Kalimantan Tengah

 

KONFLIK satwa liar dan manusia kembali terjadi di kawasan Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Orangutan atau biasa disebut mawah oleh warga Aceh, sejak tiga hari terakhir menyerang lahan pertanian dan kebun milik warga. Sebelumya warga di desa yang tidak jauh dari kawasan lereng Taman Nasional Gunung Leuser itu juga terlibat konflik dengan harimau.

Menurut pengakuan warga desa, orang uyan menggasak durian, jagung, dan kakao. Untuk meredam konflik, BKSDA Taman Nasional Leuser diterjunkan untuk mengatasi konflik tersebut. Sedagkan di Desa Cimanok dan Lawe Sawah dilaporkan orangutan menggasak lahan tanaman pisang dan kakao muda.

baca juga: Kampung Adat Kawa Bisa Dukung Wisata Premium Labuan Bajo

"Petani serba salah, kalau tidak melakukan apa-apa, hewan itu terus meraja lela. Tapi bila melakukan tindkan tegas tentu menyalahi
aturan hukum" tutur Abdullah, warga Kluet Timur.

Camat Kluet Timur, Moeriadi mengatakan pihaknya telah melaporkan konflik antara orangutan dengan manusia ke BKSDA.

"Kami telah melaporkan ke BKSDA agar ditangani cara mengusir satwa dilindungi itu agar tidak memunculkan konflik," terang Moeriadi, Jumat (23/10).
 

Baca Juga

MI/Lina Herlina

Siap Wujudkan Kemandirian Pangan, Lebih dari 5.000 Insan Pertanian Hadiri Pra Penas 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:11 WIB
Lewat kegiatan ini diharapkan dapat terbangun sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Hasil Lab BBVeteriner Maros Pastikan Kematian Sapi di Sulsel Negatif Antraks

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:08 WIB
Cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini menyebabkan ternak dapat dehidrasi di area...
Dok Kementan

Bawang Merah di Jayapura Tembus Rp80 Ribu per Kilogram

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 06:30 WIB
Bawang merah antar pulau diambil dengan harga Rp6 ribu-Rp 70 ribu/kg namun kondisinya masih kotor sehingga harus dibersihkan terlebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya