Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFLIK satwa liar dan manusia kembali terjadi di kawasan Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Orangutan atau biasa disebut mawah oleh warga Aceh, sejak tiga hari terakhir menyerang lahan pertanian dan kebun milik warga. Sebelumya warga di desa yang tidak jauh dari kawasan lereng Taman Nasional Gunung Leuser itu juga terlibat konflik dengan harimau.
Menurut pengakuan warga desa, orang uyan menggasak durian, jagung, dan kakao. Untuk meredam konflik, BKSDA Taman Nasional Leuser diterjunkan untuk mengatasi konflik tersebut. Sedagkan di Desa Cimanok dan Lawe Sawah dilaporkan orangutan menggasak lahan tanaman pisang dan kakao muda.
baca juga: Kampung Adat Kawa Bisa Dukung Wisata Premium Labuan Bajo
"Petani serba salah, kalau tidak melakukan apa-apa, hewan itu terus meraja lela. Tapi bila melakukan tindkan tegas tentu menyalahi
aturan hukum" tutur Abdullah, warga Kluet Timur.
Camat Kluet Timur, Moeriadi mengatakan pihaknya telah melaporkan konflik antara orangutan dengan manusia ke BKSDA.
"Kami telah melaporkan ke BKSDA agar ditangani cara mengusir satwa dilindungi itu agar tidak memunculkan konflik," terang Moeriadi, Jumat (23/10).
Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun telah melalui proses rehabilitasi panjang sebelum akhirnya dinyatakan siap kembali ke alam liar.
Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para ilmuwan memetakan perilaku ciuman sebagai sebuah sifat evolusioner dalam pohon keluarga primata.
Tiga individu Orangutan subspecies Pongo Pygmaeus Wurmbii diprapelepasliarkan di Pulau Bangamat untuk mengembangkan insting hidup liar di habitatnya.
Saat buah berlimpah, orangutan makan yang kaya karbohidrat, lemak, dan tetap menjaga asupan protein. Ketika buah langka, mereka beralih mengonsumsi daun, kulit kayu, dan sumber protein lain.
Aksi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberadaan orangutan yang terancam sekaligus memperingati Hari Orangutan Sedunia setiap 19 Agustus.
Selain survei anggrek, tim juga mencatat data habitat dan kondisi lingkungan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat lokal tentang pentingnya pelestarian tumbuhan endemik.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved