Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MELALUI gerai Souvenir miliknya yang beralamat di Kios TP 02, Pasar Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Gervasius Soba berikhtiar memajukan Usaha Kecil dan menangah (UKM) di Lembata.
Pria jebolan Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta Jogjakarta ini mengaku, selain berbisnis, dirinya ingin memperkenalkan budaya Lembata melalui aneka kerajinan tangan berbahan tradisional local setempat.
Toko souvenir itu diberi nama KiosKaos dan Oleh-oleh Lembata. Toko ini dapat menjadi pilihan berbelanja bagi anda yang berkunjung ke pulau Lembata dan mencari oleh-oleh khas Lembata.
Tak hanya kaos dan topi dengan design tulisan bergaya kekinian, KiosKaos dan Oleh-oleh Lembata menyediakan aneka kerajinan tangan (handmade) berbahan sarung, kerajinan batok kelapa, sarung, selendang, pigura unik berbahan pasir, aneka anyaman dari daun lontar, hingga panganan khas Lembata. Harganya pun sangat terjangkau.
"Kaos dengan aneka tulisan dan jargon tentang Lembata yang saya jual berbahan katun combat 30 S, dengan harga 90 ribu rupiah per potong. Topi dengan tulisan Lembata seharga 40 ribu. Saya pesan di perusahaan konveksi di pulau Jawa," ujar Gervasius Soba.
Ada pula aneka kreasi souvenir handmade berbahan sarung tenunan berupa gantungan kunci, jepit rambut dan bandana, harganya Rp10 ribu sampai Rp25
ribu. Kaos setelan anak dengan tulisan khas Lembata Rp50 ribu sampai 80 ribu.
Tak kalah menariknya, pria ini menjajakan souvenir unik dari batok kelapa hasil kerajinan tangan para pemuda putus sekolah.
Di pusat souvenir Lembata ini pula, tersedia aneka bentuk kerajinan ibu-ibu dari anyaman daun lontar, seperti giling atau wadah sirih pinang, buku desek atau wadah pengganti dulang, topi anyaman dari bahan daun lontar, tas sarung dengan model kekinian, dan beraneka souvenir unik lainnya.
Selain cinderamata, ada pula panganan khas Lembata yang disebutnya JT Kalem (jagung titi kacang tanah Lembata). Produk panganan ini pernah dikirimnya ke berbagai kota di tanah air hingga ke penjuru dunia.
Selain berbelanja offline, KiosKaos dan Oleh-oleh Lembata juga melayani pembelian secara Daring. Anda hanya perlu mengunjungi laman facebook yang diberi nama Kioskaos Oleh Oleh Lembata untuk pemesanan.
Gervasius Soba, pemilik KiosKaos dan Oleh-oleh Lembata menjelaskan, usaha ini dirintisnya sejak tahun 2016.
Dia tergerak untuk berbisnis souvenir khas Lembata, setelah menyaksikan ribuan tamu dari berbagai daerah di Indonesia kesulitan mencari cindera mata dalam kegiatan Hari Nusantara (Harnus) tahun 2016 silam di Lembata.
Di sisi lain, dirinya prihatin banyak pemuda putus sekolah berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya, hanya dengan memproduksi aneka kerajianan dengan bahan lokal, tanpa tahu pasti kemana menjual produknya tersebut.
Pria penyuka keindahan dan keunikan budaya Lembata ini mengaku termotivasi membantu memasarkan hasil kerajinan para pemuda putus sekolah, setelah aneka souvenir yang dihasilkan tersebut tidak laku terjual di ajang pameran di kota Lewoleba.
"Ada pemuda putus sekolah yang memiliki keterampilan membuat aneka produk souvenir berbahan batok kelapa, seperti cerek, gelas, senduk dan wadah sayur. Namanya Nikolaus. Ia putus sekolah SMA dan tinggal di Kedang. Ia juga membuat miniatir gading dari bahan kayu, miniature Ebang atau rumah adat khas Kedang, juga miniature Pledang atau perahu tradisional penangkap ikan Paus. Saya bantu pasarkan di KiosKaos dan Oleh-oleh Lembata," ujar Gervasius.
Sedangkan sarung, di belinya dari para penenun dari kampung. Sarung, paling murah Rp300 ribu, itu sarung Kedang motiv biasa. Sedangkan motiv lainnya berkisar Rp600 ribu hingga Rp1 juta per lembar. Tersedia pula Selendang berbahan sarung dengan tulisan Lembata seharga 150 ribu per lembar.
Dengan modal usaha sendiri, ia menyewa lapak yang disediakan Dinas Koperindag Lembata di pasar Lamahora. Gervasius berharap, melalui usahanya di KiosKaos dan Oleh-oleh Lembata, dirinya dapat berkontribusi memajukan UKM di Kabupaten Lembata. (OL-13).
Baca Juga: Antam dan Pertamina Join Bangun Indutri Baterai Mobil Listrik
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
SENJA baru saja turun di Taman Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/11), ketika satu per satu obor mulai menyala.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved