Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Temanggung, Jawa Tengah menghadapi masalah serius terkait pengelolaan sampah. Sebab, umur tempat pembuangan akhir (TPA) di daerah itu dipastikan akan habis pada 2021 mendatang. Pemerintah Daerah (Pemda) setempat sedang mengupayakan perluasan TPA.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung Entargo Yutri Wardono menyebut lokasi lama TPA Temanggung berada di Kecamatan Kranggan dengan luasan zona 1, 2, dan 3 mencapai 2,3 hektare. Dari luasan ini TPA direncanakan memiliki daya tampung sebanyak 1.447.400 meter kubik.
"Dengan volume sampah yang mencapai 220 meter kubik per hari maka umur TPA diperkirakan akan habis tahun depan, 2021," ujar Entargo, Minggu
(20/9) di Temanggung.
Baca juga: 3 Ribu Lebih Mahasiswa UMP Jadi Kader Lawan Covid-19
Menurut Entargo, dari total kapasitas TPA 1.446.400 meter kubik tersebut, saat ini telah terisi lebih dari 90% sampah.
Ia menarget umur TPA akan lebih panjang. Dasarnya, pihak Pemkab Temanggung telah mengupayakan berbagai program alternatif pengelolaan sampah. Di antaranya program TPS 3r, bank sampah, tpsd, dan program Temanggung bebas sampah.
"Soal sampah di Temanggung sudah sangat mengkawatirkan sehingga harus dilakukan tindakan-tindakan pengelolaan yang baik," ujar Entargo.
Adapun upaya perluasan TPA, lanjut Entargo, akan dilakukan pada lahan seluas 1,5 hektare. Lokasi tersebut didapat dengan mengupayakan tukar guling tanah desa dengan tanah milik Pemkab. Pembangunan lokasi perluasan TPA menggunakan dana APBD kabupaten 2020 ini.
"Lokasi perluasan TPA direncanakan mampu menampung sekitar 950 ribu meter kubik sampah. Umur TPA ini direncanakan sampai tiga tahun," kata Entargo.
Terkait pengelolaan sampah ini, Pemkab Temanggung telah mendiskusikannya pada acara 'Jumat Ngopi' di pinggir sungai Lutut, Desa Lempuyang, Kecamatan Candiroto, Jumat (18/9) lalu.
Ketika itu, Bupati Temanggung M Al Khadziq meminta seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat, seperti di area kali atau sungai. Sebab sampah akan mencemari lingkungan sungai.
Sampah, kata Khadziq, mestinya dikelola dengan baik agar Kabupaten Temanggung terbebas dari sampah.
Masyarakat, pinta Bupati, juga harus lebih giat membersihkan sampah, dimulai dari lingkungan tempat tinggal mereka.
"Kita tidak ingin kondisi lingkungan penuh dengan sampah, makanya gerakan bersih-bersih sampah harus terus digelorakan sehingga kebersihan dan keindahan lingkungan kita terjaga dengan baik,"ujar Khadziq. (OL-1)
MESKI belum ditemukan adanya kasus super flu di wilayah Temanggung, Jawa Tengah, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran super flu.
Warga berpartisipasi dalam tradisi Nyadran Pepunden di Dusun Kebondalem, Kemiri, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah.
Tradisi yang diikuti ribuan peserta digelar dalam rangka tradisi napak tilas sejarah berdirinya Kabupaten Temanggung.
BENCANA tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Kejajar, Kamis (25/9) menutup akses jalan menuju Temanggung
Tujuannya agar para siswa tidk bersinggungan dengan rencana aksi demonstrasi yang akan berlangsung Senin (1/9) di halaman Gedung DPRD setempat.
ASN dan tenaga pendidik Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung, diminta tidak mengenakan seragam dan tidak mengendarai kendaraan dinas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved