Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
PELAKU wedding organizer yang tergabung dalam Silaturahmi Wedding Klaten, Jawa Tengah, menggelar simulasi penyelenggaraan pesta pernikahan di masa pandemi Covid-19.
Dalam pelaksanaan simulasi di Gedung Wongso Menggolo Klaten, Selasa (8/9), Silaturahmi Wedding menyosialisasikan adaptasi kebiasaan baru sesuai Perbup No 40 Tahun 2020.
Kegiatan simulasi dan sosialisasi tersebut, dihadiri Asisten I Rony Roekmito, Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para pelaku wedding Klaten. Untuk sosialisasi adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19, Silaturahmi Wedding menghadirkan tiga pembicara (narasumber), yaitu dari Dinas Kesehatan, BPBD, dan Polres Klaten.
Ketua Umum Silaturahmi Wedding Klaten, Hardiyanto, menyebut para pelaku wedding di Klaten sudah lima bulan ini tidak bekerja (menganggur) akibat pandemi Covid-19.
Kondisi sulit yang dialami para pelaku wedding, karena pemerintah tidak mengizinkan hajatan nikah diselenggarakan di gedung sejak ada pandemi penyakit virus korona tersebut.
"Nah, dengan terbitnya Perbup No 40/2020, yang antara lain mengizinkan hajatan nikah di gedung, kami menindaklanjuti dengan menggelar simulasi dan sosialisasi tersebut," katanya.
Kegiatan simulasi dan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru hajatan nikah di gedung pada masa pandemi Covid-19, diikuti seluruh anggota paguyuban Silaturahmi Wedding Klaten. Anggota paguyuban Silaturahmi Wedding Klaten, terdiri dari pengelola gedung, foto/video, dekorasi, salon, katering, sound system, MC (pembawa acara), dan perlengkapan pesta.
baca juga: Ketua Bawaslu-Komisioner KPU Barito Timur Alami Reinfeksi Covid-19
Sementara itu, Bupati Klaten diwakili Asiten I Rony Roekmito dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh pelaku wedding untuk disiplin menaati protokol kesehatan.
Perlu diketahui, bahwa lonjakan kasus positif Covid-19 di Klaten dalam beberapa hari terakhir dari klaster rapat tingkat RW, tirakat malam Sura 1442 H, dan klaster pabrik.
"Klaten zona merah, dengan tingkat penularan 1,77. Karena itu, kami minta masyarakat menaati protokol kesehatan. Harus pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun," pungkasnya. (OL-3)
Kepala Gudang Bulog Meger, Syamsoel Bahri, mengungkapkan penyaluran beras SPHP 500 ton itu dilakukan sejak awal bulan ini.
Guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, Kamis (28/8), Kecamatan Ngawen menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) 2025.
Gerakan pangan murah merupakan program pemerintah untuk menstabilkan harga pangan di pasar, khususnya beras.
Dalam Festival Gejog Lesung di Lapangan Desa Barepan, didatangkan lesung yang diklaim paling tua di Kecamatan Cawas, yaitu buatan pada 1869.
Penyidikan kasus perdagangan satwa liar dilindungi di Klaten. Dua tersangka, S, 32, dan BP, 31, resmi diseret ke meja hijau setelah berkas perkara dinyatakan lengkap
Hadir menyaksikan karnaval budaya, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, Ketua DPRD Edy Sasongko, Forkopimda, dan jajaran Kepala OPD Klaten.
Fenomena FOMOP tak lepas kaitannya dengan perkembangan teknologi, termasuk gawai. Hal ini tentu akan merenggangkan hubungan antar sesama dan menimbulkan kesenjangan sosial.
Untuk mencegah kegagalan resolusi seperti tahun-tahun sebelumnya, coba ikuti beberapa langkah ini.
Pada masa transisi dari pandemi ke endemi dan seterusnya, seharusnya tidak membuat masyarakat meninggalkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
Dengan demikian masyarakat perlu beradaptasi dalam norma baru seperti menggunakan masker dan kebiasaan mencuci tangan
SEKTOR perikanan saat ini tengah menghadapi situasi sulit.
RELATIF terkendalinya penyebaran Covid-19 di tanah air saat ini bukti dari kesungguhan anak bangsa yang mau belajar dari pengalaman penanganan Covid-19 sebelumnya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved