Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Sumatera Utara meminta Pemerintah Pusat memberikan bantuan pengadaan laboratorium pemeriksaan Polymerase Chain Reaction karena semakin tingginya tingkat penularan Covid-19 di wilayah tersebut.
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan penambahan laboratorium pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) saat ini sangat dibutuhkan provinsinya untuk meningkatkan kapasitas tes swab.
Baca juga: Sudah Bekerja Keras Melawan Api
"Daerah-daerah yang jauh dari perkotaan perlu memiliki laboratorium PCR sehingga dapat melakukan tes swab sendiri," terangnya, Kamis (3/9).
Menurut Edy, permintaan bantuan pengadaan laboratorium PCR itu sudah disampaikannya langsung kepada Presiden Joko Widodo saat dirinya mengkuti rapat terbatas secara virtual, baru-baru ini.
Gubernur menjelaskan, saat ini Sumut masih memilik 11 lab PCR dan itu masih tergolong minim dibandingkan dengan jumlah kabupaten/kota di provinsinya yang mencapai 33 daerah dengan jarak berjauhan.
"Karena itu kita memohon bantuan untuk bidang kesehatan, khususnya lab-lab untuk melakukan pemeriksaan spesimen di daerah yang terjauh, seperti di Nias, Pakpak atau Tapanuli," jelasnya.
Dan hal yang utama mengapa Sumut sangat membutuhkan lab PCR adalah karena tingkat penularan Corona yang semakin meningkat.
Data terakhir, atau sampai dengan Kamis (3/9), pukul 16.00 WIB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut mencatat jumlah warganya yang berstatus Suspek sebanyak 808 atau bertambah 10 orang.
Kemudian jumlah mereka yang terkonfirmasi positif sebanyak 7.265 atau bertambah 141 orang, dalam satu hari terakhir. Lalu jumlah warga yang meninggal dunia sebanyak 324 atau bertambah 3 orang.
Selanjutnya jumlah mereka yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 4.282 atau bertambah 112 orang. Dengan jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 44.773 atau bertambah 983 sampel.
Baca juga: Tamu Pemerintahan Hidupkan Hotel
Gubernur Edy melanjutkan, atas permintaan tersebut Presiden Jokowi mengabulkannya dan meminta Pemprov Sumut segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga sudah memastikan akan segera menindaklanjuti dan merealisasikan aspirasi Sumut itu, mulai minggu depan.(OL-6)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved