Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGGULANGAN demam berdarah akhirnya mendapatkan solusinya, yakni metode Wolbachia. Metode ini dilakukan dengan cara menyebar nyamuk
ber-Wolbachia ke sejumlah titik endemik DB.
“Nyamuk Wolbachia mampu menurunkan angka kejadian kasus DB di Kota Yogyakarta. Sudah terbukti, di lokasi langganan DB jumlah kasusnya turun setelah
disebar nyamuk Wolbachia,” aku Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, kemarin.
Padahal, lanjutnya, di wilayah pembanding yang belum mendapat intervensi Wolbachia, angka kejadian demam berdarah belum menurun. Ke depan, penyebaran nyamuk
jenis itu akan diperluas.
Metode Wolbachia dikembangkan World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta. Para peneliti memasukkan bakteri Wolbachia ke tubuh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk pun tidak
lagi menularkan DB. (AT/N-2)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved