Kamis 27 Agustus 2020, 22:00 WIB

Transfer Keterampilan Menganyam di Sanggar Subi Nana

Alexander P. Taum | Nusantara
Transfer Keterampilan Menganyam di Sanggar Subi Nana

MI/Alexander P Taum
Suasana Lomba Menganyam. Anak Anak didampingi Penganyam profesional

 

SUASANA di Kantor Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/8) petang tampak ramai. Ada 10 pengrajin yang sudah mahir menganyam tampak mendampingi anak-anak. Mereka
berpasang-pasangan. Mereka berasal dari sanggar Subi Nana, sebagai pendampingnya.

Nampak Para pengrajin itu memberi petunjuk sesederhana mungkin agar cepat dipahami anak yang didampingi. Mereka sedang berlomba.

Panitia menegaskan, tidak boleh mengambil alih anyaman dari tangan anak-anak yang ikut lomba itu. Para pengrajin pendamping dapat memperbaiki bila terjadi kekeliruan menganyam.

Perlahan namun pasti, aktivitas menganyam anak-anak itu mulai membentuk sebuah wadah. Ada yang mengahasilkan tas, ada pula yang menghasilkan dompet.

Meski sesekali dijumpai kesalahan, namun karena para pendamping yang adalah pengrajin itu setia mendampingi, anyaman anak-anak itu akhirnya jadi juga, meski belum sempurna.

Para pengrajin yang guyup dalam Sanggar Subi Nana, desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur ini, memiliki cara inovatif memperkenalkan budaya menganyam kepada generasi muda.

Terdorong keprihatinan akan budaya menganyam yang bakal lenyap, Sanggar Subi Nana mulai mewariskan keterampilan menganyam kepada generasi muda. Salah satu cara yang ditempuh yakni dengan mengadakan lomba menganyam berkelompok bagi anak-anak. Satu pengrajin diperkenankan mendampingi anak-anak yang sedang berlomba itu.

Koordinator sanggar Subi Nana, Emanuel Djomba, mengatakan di tengah lesunya perekonomian global akibat pandemi covid-19, pihaknya ingin terus  menumbuhkan kewirausahaan berbasis rumah tangga, agar dapat bergairah kembali.

"Menganyam tidak lagi sekedar mengasilkan aksesoris untuk keperluan ritual budaya semata, tetapi kini menjadi sumber penghasilan menjanjikan. Karena itu melalui kegiatan ekonomi kreatif, ketrampilan anyaman menjadi life skill bagi generasi muda di masa depan," ujar Djomba.

Pengrajin anyaman, Paulina Nau dan Yolenta Wea, mengatakan, menganyam sangat membantu menambah biaya kebutuhan hidup dalam keluarga. Spirit itu yang kemudian mendorong ibu-ibu ini mengajak anak-anak, saat mengetahui informasi tentang lomba menganyam berpasangan, yang diprakarsa sanggar Subi Nana.

Ibu-ibu ini mengajak masing-masing seorang anak dalam lomba ini, kemudian memberi tutorial tentang menganyam.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze itu, diikuti 10 pengrajin dan anak-anak berpasang-pasangan. Para pengrajin memberi petunjuk sesederhana mungkin agar cepat dipahami.

Tampak anak-anak sangat antusias. Mungkin karena itu, mereka sudah hadir lebih awal di tempat kegiatan dengan membawa bahan-bahan yang diperlukan bersama para pelatih mereka. Meski kegiatan perlombaan itu berlangsung sekitar dua jam, anak-anak tampak tak bergeming.

Lindaiva, siswi kelas IV SDI Kurubhoko terlihat cepat menganyam. Dia mengaku senang sekali bisa ikut lomba. Ke depan Lindaiva berniat akan ikut terus dalam sanggar ini sehingga terus dilatih sampai bisa.

Begitu juga kesan Angelia Tanggo, siswi kelas VI SDK Tanawolo. Dia senang diajak tantenya untuk dilatih menganyam. "Saya sangat ingin supaya bisa anyam. Karena anyaman yang bagus banyak dibeli orang," katanya.

Dalam perlombaan tutorial menganyam ini anak-anak mendapat hadiah alat tulis dari sanggar Subi Nana.Ini sebagai penyemangat bagi mereka agar terus berlatih.

Paulina Nau, ibu dari salah seorang peserta lomba mengaku berkesan dengan kegiatan lomba menganyam yang digelar sanggar Subi Nana ini. "Lomba seperti ini sangat bagus. Ini kesempatan melatih anak-anak supaya bisa anyam," ujar Paulina.

Paulina mengaku menganyam adalah keterampilan yang dimiliki karena belajar dari orang tua. Bahkan dulu, menganyam itu wajib dikuasai bagi remaja putri sebelum menikah. Ia mengatakan, dulu kebutuhan akan perlatan rumah tangga banyak terbuat dari anyaman bambu. (OL-13).

Baca Juga

MI/Benny Bastiandy

Sumut Stop Penambahan Keramba Jaring Apung di Danau Toba

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 25 Januari 2021, 02:30 WIB
Pemprov juga telah melaksanakan sosialisasi cara budi daya ikan yang baik kepada pengusaha budi daya ikan di...
Antara/Oky Lukmansyah

Petugas Tutup Paksa Swalayan Langgar PPKM di Kupang

👤Palce Amalo 🕔Senin 25 Januari 2021, 02:10 WIB
Petugas juga memberikan peringatan kepada pemilik swayalan untuk menaati aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah demi memutus rantai...
Antara/Gede.

Kuasa Hukum Jeni Surati Presiden Soal Aturan Berjilbab di Sekolah

👤Yose Hendra 🕔Senin 25 Januari 2021, 01:55 WIB
Aturan harus mengenakan jilbab di sekolah di Kota Padang sudah berlangsung sejak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya