Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Untuk membantu menanggulangi dampak banjir di enam titik di provinsi Bangka Belitung (Babel), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengucurkan dana hibah sebesar Rp14,9 miliar.
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai mengatakan, hibah ini, akan dikerjakan dalam waktu dekat. Dan pihaknya, berharap Pemerintah Provinsi Babel dapat merencanakan dan mengantisipasi pelaksanan pembangunannya agar bisa selesai tepat waktu dan bermanfaat.
Diutarakannya, BNPB menggelontorkan dana ini mengingat di Babel pernah kejadian bencana banjir. Oleh karena itu, pihaknya melihat langsung rencana dan lokasi yang akan dibangun.
Baca Juga: BNPB Distribusikan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Babel
"Kami tadi sudah melihat secara langsung kesiapan kesiapan teknis dalam rangka penyelenggaraan pelaksanaan di lapangan, ketika sudah cukup untuk menjadi apa catatan bagi kami, mudah-mudahan 3 tahun setelah bencana ini bisa menjawab, dan mengantisipasinya," kata Rivai, Kamis (27/8).
Untuk itu, ia berharap, kelanjutan jika pembangunan dengan dana Rp14,9 miliar diselesaikan. Misalnya ada perawatan dan
sebagainya.
Sementara itu, Wagub Babel, Abdul Fatah mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas respon BNPB. Pekerjaan ini merupakan tantangan dan juga peluang yang harus diselesaikan dan dimanfaatkan oleh Pemprov Babel.
Baca Juga: Anggaran Banjir Babel Naik Tiga Kali Lipat dari Rp17 Miliar
"Kami melakukan suatu rencana kerja ada kegiatan-kegiatan sebagai akibat dari pada terjadinya bencana banjir di Pangkalpinang itu kemudian telah dilakukan kegiatan-kegiatan pembangunannya," kata Wagub.
Salah satunya, adalah kolong retensi di parit lalang Kota Pangkalpinang, kemudian di Desa Saing, dan di Belitung, yang akan segera dilakukan pembangunan untuk penanggulangan banjir.
"Untuk yang ada di Kota Pangkalpinang potensi ekonominya sangat bagus sekali, dan kualitas air nya juga bagus, sehingga air daripada hasil pengerjaan itu bisa menjadi sumber baku air minum," ulasnya.
Ia mengakui, memang untuk melakukan penanggulangan banjir di Babel, khususnya di Kota Pangkalpinang, harus dilakukan secara komprehensif, dari hulu ke hilir. Dengan adanya bantuan dari pusat ini, ia berharap bisa mengurangi beban anggaran pemerintah provinsi dan daerah.
Menurutnya. Pekerjaan pembangunan ini, akan dilaksanakan di akhir tahun ini, yang diharapkan bisa terselesaikan dengan baik. Namun, apabila curah hujan tinggi di akhir tahun, maka pekerjaan bisa dilanjutkan di tahun 2021.
"Pertama kita selesaikan dulu administrasi pelaksanaan program atau proyek itu, Ini baru tahap lelang mau persiapan lelang, dan diperkirakan rencana pembangunan itu dimulai pada tiga bulan terakhir tahun 2020 ini," tukasnya.
Kalakhar BPBD Babel Mikron Antariksa menambahkan, Rp14,9 miliar ini untuk enam titik lokasi, baik di Belitung, Bangka Barat, Pangkalpinang, dan Bangka.
"Hibah BNPB ini sudah dimulai sejak 2016, dan terus berlanjut. Dan kami berterimakasih atas perhatian BNPB. Setidaknya permasalahan paska banjir yang mengakibatkan bajiir bisa teratasi, tapi bisa seoptimal mungkin," imbuh dia.
Ia menyebutkan. Seperti di Badau, tambahnya akan dibangun Talud, di kolong retensi Parit Lalang, dan beberapa titik lainnya. Pembangunannya ini, juga kerja sama dengan Dinas PUPR, yang mana semuanya dikerjakan di aset provinsi. (RF/OL-10)
Abdul Muhari pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Rusaknya ekosistem hulu DAS Citarum secara signifikan meningkatkan bencana banjir di daerah-daerah di sekitar wilayah Bandung, terutama di Bandung Selatan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Menko PMK Pratikno menyampaikan pemerintah serius dalam melakukan penanganan banjir Jabodetabek secara terpadu lintas Kementerian dan Lembaga.
Sebagai respons terhadap bencana tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi para korban bencana banjir.
Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan deras hingga banjir tersebut mengakibatkan 768 gardu distribusi terdampak, sehingga terpaksa dipadamkan sementara demi keselamatan warga.
Alhasilnya Satgas Pangan Bersama Disperindag Babel dan Bulog mendapati Harga beras Medium Rp14 ribu per kilogram.
Sejumlah barang bukti seperti Alat berat jenis eskavator dan peralatan tambang turut diamankan.
Remisi tersebut di serahkan langsung Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang atau Lapas Tuatunu, Minggu (17/8) siang.
Usai di tetapkan tersangka ASN berinisial D ini langsung di tahan Kejaksaan Negei Bangka di Lapas Buiit Semut.
PELAKU yang diduga sebagai pembunuh wartawan di sebuah media online di Provinsi Bangka Belitung (Babel) berhasil ditangkap di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel).
Korban ditemukan masih mengenakan baju biru dan celana jeans ditemukan di dalam sumur. Korban diduga dibunuh.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved