Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA bahan pangan di Pasar Gede Klaten, Jawa Tengah, anjlok pekan ini. Sementara itu, pembeli bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional itu sepi pasca-Idul Adha 1441 Hijriah.
Faktor utama penyebab harga bahan pangan turun drastis, yaitu pasokan komoditas hasil petani ke pasar itu melimpah. Sedangkan permintaan konsumen sepi di tengah pandemi Covid-19.
Pantauan di pasar tradisional tersebut, Rabu (26/8), harga cabai rawit saat ini hanya Rp8.000 per kilogram. Padahal, menjelang Idul Adha 1441 H harga mencapai Rp50 riu per kilogram.
Harga jual cabai keriting, cabai merah besar, dan cabai hijau (lalapan) juga murah. Cabai keriting hanya Rp5.000, cabai merah besar Rp8.000, dan cabai lalapan Rp6.000 per kilogram.
Selain cabai, harga komoditas lainnya, seperti tomat sayur hanya dijual Rp1.000, kentang Rp11 ribu, wortel Rp5.000, kol Rp2.000, dan ketimun Rp3.000 per kilogram.
Pasca-Idul Adha 1441 H, harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami penurunan. Saat ini, harga eceran bawang merah Rp22 ribu dan bawang putih Rp25 ribu per kilogram.
Harga daging sapi pun bergerak turun pekan ini. Untuk daging kualitas I hasil rumah potong hewan (RPH) Klaten Rp120 ribu, dan kualitas II asal Boyolali Rp90 ribu per kilogram.
Baca juga : Pemprov Sumsel Dorong Tingkatkan Produksi Beras
Kemudian, harga daging ayam ras juga turun dari Rp36 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram saat ini. Pun harga telur ayam yang semula Rp24 ribu turun menjadi Rp21 ribu per kilogram .
Khusus harga beras stabil. Beras premium jenis Mentik Wangi dan Melati, harga masing-masing tetap Rp12 ribu dan Rp11 ribu per kilogram, dan beras medium C-4 Rp10 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang sayur di Pasar Gede Klaten, Ngatmi, membenarkan harga komoditas bahan pangan turun di pasar ini. Itu terjadi karena pasokan melimpah, sementara pembeli sepi.
‘’Harga komoditas sayuran anjlok saat ini. Lihat saja, harga cabai rawit yang pernah melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram, sekarang harga jual hanya Rp8.000 per kilogram,’’ katanya.
Harga jual sayur yang murah saat ini, petani yang rugi besar. Karena, hasil panen tidak bisa menutup biaya pengadaan benih, tanam dan pupuk. Itu belum termasuk tenaga petani sendiri.
Sementara, Menik, penjual daging ayam, juga mengeluh, bahwa pembeli sepi dalam beberapa hari. Meski harga sekarang turun menjadi Rp25 ribu per kilogram, pembeli tetap sepi.
‘’Hari ini saya nyetok 25 ekor. Lihat, waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12.00 WIB, tetapi dagangan masih banyak dan belum laku. Ini terdampak pandemi Covid-19,’’ katanya. (OL-2)
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Tujuannya memberi kesempatan kepada masyarakat pengguna layanan menyampaikan usulan, masukan, dan saran kepada penyelenggara pelayanan terkait dengan pelayanan yang diterima.
Ribuan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, perlu ditangani secara sinergi dan kolaborasi gabungan dari berbagai sumber dana .
Kegiatan forum perangkat daerah tersebut, digelar di aula DPUPR Klaten, Senin (23/2), dan dihadiri Komisi III DPRD, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, pers, dan LSM.
Polisi menangani dugaan kekerasan seksual anak oleh ayah di Klaten. Terlapor telah diamankan dan proses hukum serta pendampingan korban tengah berjalan.
Langkah tegas ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat muslim di Klaten selama menjalankan ibadah puasa.
SEJUMLAH komoditas bahan pokok di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kelangkaan dalam dua pekan terakhir menjelang Ramadan 2026.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Sidak ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi penimbunan, permainan harga, maupun kelangkaan bahan pangan
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, gula, dan daging sapi masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved