Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA bahan pangan di Pasar Gede Klaten, Jawa Tengah, anjlok pekan ini. Sementara itu, pembeli bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional itu sepi pasca-Idul Adha 1441 Hijriah.
Faktor utama penyebab harga bahan pangan turun drastis, yaitu pasokan komoditas hasil petani ke pasar itu melimpah. Sedangkan permintaan konsumen sepi di tengah pandemi Covid-19.
Pantauan di pasar tradisional tersebut, Rabu (26/8), harga cabai rawit saat ini hanya Rp8.000 per kilogram. Padahal, menjelang Idul Adha 1441 H harga mencapai Rp50 riu per kilogram.
Harga jual cabai keriting, cabai merah besar, dan cabai hijau (lalapan) juga murah. Cabai keriting hanya Rp5.000, cabai merah besar Rp8.000, dan cabai lalapan Rp6.000 per kilogram.
Selain cabai, harga komoditas lainnya, seperti tomat sayur hanya dijual Rp1.000, kentang Rp11 ribu, wortel Rp5.000, kol Rp2.000, dan ketimun Rp3.000 per kilogram.
Pasca-Idul Adha 1441 H, harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami penurunan. Saat ini, harga eceran bawang merah Rp22 ribu dan bawang putih Rp25 ribu per kilogram.
Harga daging sapi pun bergerak turun pekan ini. Untuk daging kualitas I hasil rumah potong hewan (RPH) Klaten Rp120 ribu, dan kualitas II asal Boyolali Rp90 ribu per kilogram.
Baca juga : Pemprov Sumsel Dorong Tingkatkan Produksi Beras
Kemudian, harga daging ayam ras juga turun dari Rp36 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram saat ini. Pun harga telur ayam yang semula Rp24 ribu turun menjadi Rp21 ribu per kilogram .
Khusus harga beras stabil. Beras premium jenis Mentik Wangi dan Melati, harga masing-masing tetap Rp12 ribu dan Rp11 ribu per kilogram, dan beras medium C-4 Rp10 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang sayur di Pasar Gede Klaten, Ngatmi, membenarkan harga komoditas bahan pangan turun di pasar ini. Itu terjadi karena pasokan melimpah, sementara pembeli sepi.
‘’Harga komoditas sayuran anjlok saat ini. Lihat saja, harga cabai rawit yang pernah melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram, sekarang harga jual hanya Rp8.000 per kilogram,’’ katanya.
Harga jual sayur yang murah saat ini, petani yang rugi besar. Karena, hasil panen tidak bisa menutup biaya pengadaan benih, tanam dan pupuk. Itu belum termasuk tenaga petani sendiri.
Sementara, Menik, penjual daging ayam, juga mengeluh, bahwa pembeli sepi dalam beberapa hari. Meski harga sekarang turun menjadi Rp25 ribu per kilogram, pembeli tetap sepi.
‘’Hari ini saya nyetok 25 ekor. Lihat, waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12.00 WIB, tetapi dagangan masih banyak dan belum laku. Ini terdampak pandemi Covid-19,’’ katanya. (OL-2)
Program Karya Bakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) XXXII/2026 dilaksanakan di Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Klaten. Kegiatan KBMKB dibuka oleh Bupati Hamenang Wajar Ismoyo.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Penerima pupuk bersubsidi pada titik serah (PPTS) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menandatangani surat perjanjian jual beli (SPJB) pupuk bersubsidi tahun 2026.
Situasi arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terpantau tertib, aman, dan kondusif selama liburan Natal dan Tahun Baru.
Langkah ini diambil guna memastikan rangkaian perayaan Natal di seluruh wilayah Klaten berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok aman, termasuk menghadapi musim hujan. Sampai sekarang belum ada gangguan distribusi dari daerah pengirim maupun dari peternak lokal,”
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
hal ini menjadi salah satu faktor momen perbaikan ekonomi setelah Idulfitri adalah harga pangan yang cenderung terkendali.
Pedagang mengaku, kenaikan harga ini karena memang harga beli para pedagang dari distributor sudah tinggi, sehingga pedagang hanya melakukan penyesuaian harga saja
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved