Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KELOMPOK Tani Hutan (KTH) Mutiara Timur Rebu Bangka mengembangkan wisata alam di bukit Pagoda Rebu. Hal ini ditujukan untuk membantu Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) untuk memulihkan perekonomian di sektor pariwisata saat pandemi covid-19.
Pengembangan wisata alam di Bukit Pagoda Rebu mendapatkan respon positif dari PT.Timah Tbk dengan mengucurkan bantuan CSR melalui program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Ketua KTH Mutiara Timur Bangka David Siga mengatakan bukit Pagoda di Desa Rebu Bangka memiliki pemandangan alam yang begitu indah berupa hamparan hutan luas dan lautan yang dapat dinikmati dari ketinggian.
"Dari atas Pagoda Nusantara Rebu, wisatawan bisa menikmati panorama alam yang begitu indah, Kabupaten Bangka dan pesisir pantai bisa dilihat dari ketinggian," kata David, Sabtu (15/8).
Baca juga: Babel Mulai Terapkan KBM Tatap Muka Dengan Pola Gas dan Rem
Keindahan alam ini, menurutnya, harus dimaksimalkan. Maka itu, KTH akan mengembangkan wisata alam di bukit tersebut.
"Saat ini kita sudah kembangkan ternak kambing beberapa kolam ikan dan lobster serta gazebo untuk wisatawan bersantai menikmati keindahan alam," ujarnya.
Pria yang biasa disapa Apau ini mengaku dengan bantuan program PPM CSR PT.Timah, pihaknya akan membut lintasan dan trek bagi wisatawan yang ingin menikmati alam baik jalan kaki maupun dengan motor trail.
"Bantuan dari PT. Timah ini akan kita manfaatkan untuk pengembangan wisata alam, kita akan buat trek untuk adventure motor trail begitu juga bagi yang ingin berjalan, ini akan kita persiapkan," ungkap dia.
Dirinya berharap dengan pengembangan wisata alam ini, bisa membantu pemerintah memulihkan perekonomian khususnya di sektor pariwisata.
"Pak Gubernur Erzaldi Rosman Djohan sudah menegaskan, di masa pandemi covid-19 ini, wisata alam bisa memulihkan perekonomian Babel".(OL-5)
Kemampuan yang dimiliki itu dapat diasah sehingga mampu berpartisipasi dalam upaya peningkatan ekonomi di daerah, bahkan nasional.
Perekonomian NTB menjadi bergairah dengan adanya Fornas kali ini.
SEJUMLAH pasal yang mengatur berbagai aspek terkait tembakau pada PP Nomor 28 Tahun 2024 menuai kritik. Aturan ini dinilai berdampak negatif terhadap industri dan petani dalam negeri,
KOTA Batu tak hanya lekat dengan suguhan pemandangan alam, kabut, dan kesejukan udara, tetapi juga hamparan perbukitan dan perkebunan milik warga hadir memanjakan mata.
PEMERINTAH dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Over Dimension Overloading (ODOL) serta mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan,
EFEKTIVITAS Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai instrumen peningkatan daya beli masyarakat kembali dipertanyakan. Sebab program tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan.
Biasanya, wisata alam ini ada di kawasan taman nasional, dengan tujuan menikmati keindahan, ketenangan, serta suasana segar dari alam.
Wisata ini mengandalkan sumber daya alam sebagai daya tarik utama, baik yang masih alami maupun yang sudah dikelola secara ramah lingkungan.
Daerah yang mengalami lonjakan kunjungan adalah Kalimantan, dengan peningkatan hingga 200 persen.
57 Lokasi Wisata di Jawa Timur tersebut meliputi wilayah Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Kediri, Lawu, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Saradan dan Tuban.
Biasanya, wisata alam akan menyuguhkan keindahan alam asli, bukan buatan manusia, serta memiliki suasana yang asri, sejuk, dan jauh dari hiruk-pikuk kota.
Tujuan utamanya adalah menyegarkan pikiran, melepas stres, sekaligus mendekatkan diri dengan alam.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved