Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
WALAU musim kemarau, sejak Selasa (11/8), sebagian wilayah DIY diguyur hujan dengan intensitas ringan tiap hari. BMKG DIY menyebut, potensi hujan di DIY masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Dalam 1-2 hari ke depan masih ada potensi hujan sangat ringan-ringan yang bersifat lokal," terang Reni Kraningtyas, Kepala BMKG Yogyakarta, Kamis (13/8).
Reni menyebut, berdasarkan analisis pada lapisan ketinggian 700 mb pukul 00.00 UTC, hujan di wilayah DIY disebabkan oleh pertemuan arus angin di wilayah Jawa ditandai dengan belokan angin dan perlambatan kecepatan angin. Peristiwa tersebut diakibatkan oleh aktivitas sirkulasi siklonik yangberpusat di Perairan Selatan NTT.
Baca juga : HUT RI, Pariaman akan Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut
"Perlambatan kecepatan angin ini mengakibatkan penumpukan massa udara di wilayah Jawa sehingga mendukung pertumbuhan awan tipe Stratiform ( jenis awan rendah ) bersifat merata dan menyebabkan hujan ringan cukup lama di wilayah DIY," terang dia.
Sementara itu, di perairan dan Samudera Hindia Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan. Angin umumnya bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4 - 20 knot. Tinggi gelombang laut berkisar antara 1,5 - 5,0 meter. (OL-2)
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved