Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDAN Sektor (Dansektor) 19 Citarum Harum Kolonel Chb Widodo menemukan salah satu sumber pencemar Sungai Citarum. Tepat di Kelurahan Karawang Kulon Air berbusa dan berwarna putih serta sampah keluar dari gorong-gorong yang tepat berada di badan sungai tercemar.
"Ini (gorong-gorong) salah satu pencemar di Sungai Citarum," ungkap dia, kepada wartawan, Jumat (7/8).
Widodo mengatakan jika itu merupakan limbah rumah tangga, salah satunya berasal dari pertokoan Jalan Tuparev yang merupakan kawasan pecinan di Karawang.
"Kita akan telusuri terus. Untuk limbah industri kita belum bisa pastikan, kita akan telusuri sampai di mana ujungnya," tegas Widodo.
Widodo mengaku akan menghitung berapa jumlah gorong-gorong yang mengalirkan limbah rumah tangga ke Citarum. "Nanti kita juga akan cek dan ambil sampel limbah rumah tangga termasuk dari perumahan elite," ungkapnya.
Baca Juga: Pencemar Citarum Harus Dijerat Perdata
Untuk solusi, Widodo akan berupaya mengajukan untuk membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal. Tujuannya, supaya limbah dari saluran tersebut tak sepenuhnya langsung masuk ke Citarum.
"Harusnya bisa dilakukan juga di wilayah perkotaan. Bagaimana pembangunan IPAL khusus limbah rumah tangga sebelum Citarum," ucapnya.
Selain uji sampel, pihaknya juga akan mengukur debit air limbah rumah tangga yang mengalir." Termasuk debitnya juga akan kita hitung. Nanti kita sinergi dengan DLHK dan PUPR," ungkapnya.
Seperti diketahui sebelumnya, sejak pekan lalu air Sungai Citarum di Karawang berubah warna hitam dan berbau serta menyebabkan ikan-ikan mati. (OL-13)
PENDEKATAN pengelolaan limbah berbasis Product Life Cycle (PLC) kini menjadi strategi kunci bagi perusahaan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan.
Indonesia menjadi fokus Blue Generation untuk menghadirkan solusi inovatif yang mendorong partisipasi aktif dalam mengurangi limbah.
Sistem ini bekerja menggunakan panas ekstrem hingga 2.000°C berbasis teknologi plasma, sehingga limbah tidak menghasilkan dioksin dan furan yang berbahaya.
Di banyak kawasan perairan, benda-benda berbahan logam yang tenggelam justru malah menjadi rumah bagi ikan dan organisme laut lainnya.
MCCI memperkuat komitmen terhadap praktik industri yang berkelanjutan ramah lingkungan. Hal itu tercermin melalui penerapan sistem pengelolaan limbah terpadu.
Pemkab Tangerang menutup dan menyegel sebanyak 81 lokasi lapak limbah tanpa izin/ilegal yang ada di wilayah Sindang Jaya
Banjir setinggi 30 hingga 100 sentimeter yang merendam ratusan rumah itu terjadi karena meluapnya Sungai Citarum akibat hujan lebat.
Repair Project telah dikenal dengan kiprahnya mengubah sampah plastik Sungai Citarum menjadi papan tahan lama yang kemudian menjadi bahan plakat, podium panggung, hingga furnitur.
CEMARAN senyawa merkuri ditemukan di Waduk Cirata, Jawa Barat. Kandungan merkuri ditemukan dari tubuh ikan yang diambil dari waduk Cirata.
Rusaknya ekosistem hulu DAS Citarum secara signifikan meningkatkan bencana banjir di daerah-daerah di sekitar wilayah Bandung, terutama di Bandung Selatan.
Sungai Citarum memiliki panjang 297 km dari sumbernya di Cisanti, Kabupaten Bandung, hingga Muara Gembong di Bekasi.
Berdasarkan hasil penelitian BRIN, saat ini hulu daerah aliran sungai (DAS) Citarum tercemar paracetamol dan amoxilin, BRIN mendeteksi adanya kontaminasi bahan aktif obat atau APIs.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved