Jumat 07 Agustus 2020, 12:03 WIB

Dinkes Sikka Rangkul Pengobat Alternatif Bahas Ramuan Herbal

Gabriel Langga | Nusantara
Dinkes Sikka Rangkul Pengobat Alternatif Bahas Ramuan Herbal

MI/Gabriel Langga
Sebanyak 50 pengobat alternatif diundang oleh Dinkes Kabupeten Sikka untuk membahas ramuan herbal memenuhi standar, Jumat (7/8/2020)

 

DINAS Kesehatan (Dinkes) bersama 50 pengobat tradisional yang ada di Kabupaten Sikka membahas jenis ramuan tradisional yang biasa dijadikan untuk bahan pengobatan. Biasanya, tanaman-tanaman yang ada di sekitar kita itu, sering digunakan para pengobat tradisional untuk mengobati pasiennya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Petrus Herlemus kepada mediaindonesia.com, Jumat (7/8) mengatakan banyak tanaman yang tumbuh subur ternyata memiliki banyak manfaat. Bahkan sejak zaman dahulu, tanaman ini sering digunakan oleh nenek moyang kita untuk dijadikan pengobatan tradisional.

Untuk itu kata dia, pihaknya mengundang seluruh herbalis di Sikka untuk membahas bersama dengan Dinkes jenis tanaman apa yang digunakan oleh mereka yang dijadikan ramuan obat tradisional untuk mengobati pasiennya.

"Di undang-undang kesehatan melindungi para pengobat alternatif (tradisional) atau kita dis ini biasa disebut dukun ini. Jadi ada 50 dukun yang kita undang untuk bersama-sama Dinkes, kita bahas ramuan obat tradisionalnya. Sebanyak 50 dukun ini tersebar di 25 Puskesmas yang ada di Sikka," papar Petrus Herlemus.

Ia mengatakan sejumlah dukun nantinya diarahkan sampai dengan tingkatan memproduksi obat tradisional ke arah lebih modern sehingga obat tersebut bisa diterima di pasar umum.

Selain itu, kata dia mungkin ada potensi-potensi yang belum digali oleh kita seperti jenis tanaman apa yang berkhasiat yang bisa dijadikan obat. Kandungan tanaman itu, nantinya kita akan diteliti lebih lanjut.

"Kita punya dukun biasa mengobati pasiennya gunakan tumbuhan-tumbuhan saja. Mereka akan kita arahkan bagaimana higienis sanitasinya, bagaimana cara panen tanamannya dan bagaimana cara mengelola tanaman itu dengan memenuhi syarat kesehatannya. Tanaman yang mereka gunakan itu, akan kita teliti kandungannya dengan ilmu pengetahuan. Selanjutnya, kita bersama mereka produksi obat yang lebih modern," terang Petrus Herlemus.

baca juga: Akhirnya RSUD John Piet Wanane Bisa Melayani Pasien BPJS

Petrus  menambahkan kegiatan ini juga untuk menjawab ide besar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menjadikan Provinsi Nusa Tenggara Timur memproduksi obat sendiri lewat tanaman yang tumbuh subur di wilayah kita.

"Ide Gubernur NTT itu, kita di Sikka sangat siap. Untuk itu, kita undang seluruh dukun agar bersama dengan dinkes memproduksi obat sendiri," pungkasnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Gara-Gara Demam Babi, Semua Pasar Babi di Sikka Ditutup

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 26 Januari 2021, 09:42 WIB
Selain menutup pasar ternak babi, ia juga melarang warga memindahkan dan mengedarkan ternak babi dan daging babi serta produk olahan babi...
MI/Lina Herlina

Mantan Penjabat Wali Kota Sebagai Tim Transisi Danny Pomanto

👤Lina Herlina 🕔Selasa 26 Januari 2021, 09:37 WIB
Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto membentuk tim transisi Pemerintah Kota Makassar yang akan membantunya menyamakan seluruh...
Dok Humas Pemprov Kalimantan Selatan

Dampak Banjir, Sejumlah Desa di Pegunungan Meratus Hancur

👤Denny Susanto 🕔Selasa 26 Januari 2021, 09:18 WIB
Tercatat ada 1.477 rumah di kawasan Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan rusak dan 197 rumah hilang hanyut diterjang banjir...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya