Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGIATAN Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) yang diluncurkan Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ) atau Baparekraf (Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki nilai lebih. Sebab, selain mempersiapkan destinasi wisata, kegiatan ini juga mengangkat kerajinan lokal, Bong.
Kali ini, Gerakan BISA yang dilaksanakan Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf berlangsung di Desa Bonjeruk, Lombok Tengah, pada 25-26 Juli 2020.
Kegiatan ini dibuka Analis Perencanaan SDM Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf Guntur Sakti, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Moh Fauzal. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran dinas pariwisata NTB, camat, serta perangkat desa.
Gerakan BISA disambut antusias. Sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu (25/7), sekitar 100 peserta gerakan BISA mulai membersihkan lingkungan dan menata serta memperindah fasilitas umum di empat lokasi di Desa Wisata Bonjeruk. Meliputi batas Desa Bonjeruk hingga Desa Ubung, Presa, Ombak, dan Pusat Desa.
“Gerakan BISA adalah implementasi dari program CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan), selain tentunya merupakan program padat karya bagi pelaku Parekraf untuk meningkatkan kualitas serta daya saing destinasi pariwisata. Kegiatan ini juga menjadi upaya persiapan menyambut wisman pasca pandemi Covid-19 nanti, juga berusaha mengangkat kerajinan lokal,” tutur Guntur Sakti.
Ditambahkannya, Kemenparekraf memberdayakan pengerajin lokal, dengan menggunakan kendi tradisional masyarakat Lombok atau Bong untuk wastafel cuci tangan.
“Bong yang digunakan untuk mencuci tangan, diberikan sebagai salah satu bantuan alat kebersihan dari Kemenparekraf kepada Desa Bonjeruk. Alat kebersihan lainnya adalah sapu, tempat sampah, dan alat pemotong rumput,” terang Guntur Sakti lagi.
Desa Bonjeruk merupakan desa wisata kerja sama antara pemerintah daerah Lombok dengan Air Asia, yang diresmikan pada 26 November 2019. Desa ini kerap dikunjungi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.(Antara/RO/OL-09)
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Cek jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di NTB. BMKG ungkap alasan fenomena 'Blood Moon' malam ini sangat fotogenik meski ada kendala cuaca berawan.
BMKG NTB laporkan posisi hilal Selasa (17/2) masih di bawah ufuk -1,26 derajat. Cek prediksi ketinggian hilal esok hari untuk penentuan awal Ramadhan.
Penerbangan Super Air Jet IU 721 rute Lombok–Surabaya tertunda hampir 5 jam. Penumpang di Bandara Lombok protes dan tuntut kompensasi.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Amran menegaskan, kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai dan konsistensi kerja di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved