Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH kasus positif Covid-19 di Sumatra Utara terus bertambah signifikan hari demi hari. Hingga Jumat (17/7) jumlah kasus positif sudah mendekati 3.000 kasus.
"Pasien positif bertambah menjadi 2.776 orang, ODP 2.410 orang, PDP 331 orang, sembuh 655 orang, dan yang meninggal dunia 143 orang," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Whiko Irwan.
Jumlah pasien positif hari ini lebih banyak 83 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Atau meningkat 180 dari dua hari sebelumnya dan dengan rata-rata peningkatan 87 orang per hari sepanjang lima hari terakhir.
Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menilai tren peningkatan signifikan kasus positif tersebut masih dalam kondisi yang biasa. Terus bertambahnya jumlah kasus positif diyakininya lebih karena peningkatan kemampuan tes. "Tracing dan penelitian epidemiologi kita jalan," ujarnya.
Dari hasil tracing, banyak ditemukan kasus positif tanpa gejala. Namun demikian ia menegaskan bahwa jumlah kasus memang akan terus meningkat jika masyarakat tidak bisa dikendalikan.
Saat ini, meski masih pada tahap persiapan penerapan adaptasi kebiasaan baru, tetapi banyak masyarakat di Sumut menganggap dan bersikap seolah kondisi sudah kembali normal. "Jadi, pandemi ini hanya akan selesai kalau masyarakatnya bisa dikendalikan. Baru bisa diputus rantai penularannya," imbuhnya.
Sebelum Idul Fitri lalu, masyarakat Sumut banyak yang mematuhi protokol kesehatan sehingga penambahan kasus positif masih landai. Namun sesudahnya, kondisinya jauh berbeda.
Dalam suasana persiapan penerapan skenario kenormalan baru, situasi menjadi tidak terkendali. Akibatnya, terjadi peningkatan kasus positif yang signifikan, mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan sebelum Idul Fitri. (R-1)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved