Selasa 14 Juli 2020, 07:27 WIB

Siswa di 17 Kabupaten/Kota di Aceh Ikut Kelas Tatap Muka Terbatas

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Siswa di 17 Kabupaten/Kota di Aceh Ikut Kelas Tatap Muka Terbatas

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Anak-anaksekolah dasar mengenakan masker dan pelindung wajah masuk hari pertama di sekolah dengan sistem tatap muka terbatas.

 


PROSES Belajar Mengajar (PBM) tatap muka pada hari pertama Senin (13/7) di sebagian kawasan Provinsi Aceh berjalan lancar. Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, ada 17 kabupaten/kota di antaranya yang mengawali belajar mengajar tatap muka di hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021. Sedangkan 6 kabupaten/kota lagi belum diperbolehkan belajar di ruang kelas karena belum berstatus zona hijau. Anak-anak sekolah yang tinggal di zona merah, oranye, biru masih belajar online dari rumah.

Sekolah-sekolah yang sudah melakukan belajar tatap muka di Aceh anara lain di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Sabang, Simeulue, Langsa, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam. Sedangkan 6 kabupaten yang belum zona hijau dan belum mendapat izin belajar tatap muka yaitu Kota Banda Aceh, Kota Lhok Seumawe, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Besar, Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Selatan.

Di Kabupaten Pidie misalnya, sebagai kawasan zona hijau, para dewan guru dan murid sejak pukul 07.00 Wib, sudah mulai hadir ke sekolah. Sebelum tiba waktu belajar pukul 08.00 Wib, mereka lebih dulu mencuci tangan di wastafel yang sudah disediakan. Kemudian menggunakan masker dan menghindari kerumunan antar sesama.

"Sebelum masuk ruang belajar kami lebih dulu dibagikan masker oleh guru," kata Luthfia, siswa kelas V SD Negeri Desa Neulop, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.

Guna menjalani protokol kesehatan, teknik belajar di SD Negeri Desa Neulop, diberlakukan sistem pembagian kelompok belajar di sekolah dengan tatap muka. Pada kelompok pertama hanya masuk di sekolah pada Senin, Rabu dan Jumaat, sedangkan kelompok lainnya masuk pada Selasa, Kamis dan Sabtu.

baca juga: Gubernur Banten Izinkan Kelas Tatap Muka Terbatas

"Kami buat dua kelompok dan belajar secara bergiliran agar tidak berdesakan dan duduk tidak berdekatan. Satu bangku satu murid," kata Kepala SDN 1 Desa Neulop, Rusnadi. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Agus Utantoro

BNNK Sleman Tangkap Pengecer Narkoba di Desa Bersih Narkoba

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 28 Januari 2022, 09:17 WIB
BNN Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap pria berinisial TAU, warga Mlati, Sleman, karena kedapatan menyimpan puluhan...
dok.Ant

Kasus Covid-19 Kota Semarang dan Pekalongan Muncul Lagi

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 28 Januari 2022, 08:00 WIB
KASUS covid-19 Kota Semarang muncul lagi hingga capai 30 kasus dan Kota Pekalongan empat kasus baru, setelah cukup lama zero...
ANTARA FOTO

Hama Kutu Putih Serang Alpukat Pasaman

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 06:20 WIB
Hama kutu putih membuat hasil panen alpukat merosot, jika biasanya dalam satu hari bisa panen 8 ton alpukat per hektare kini maksimal hanya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya