Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Rudy tidak Alergi Solo Berstatus Zona Hitam

Widjajadi
13/7/2020 20:07
Rudy tidak Alergi Solo Berstatus Zona Hitam
Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo( MI/Widjajadi )

Pertambahan jumlah warga Kota Solo yang terinfeksi virus covid 19 yang demikian banyak beberapa terakhir dan tambahan jumlah kasus positif salam sehari, membuat Walikota FX Hadi Rudyatmo tidak alergi kota ditetapkan berstatus zona hitam.

"Awas Kota Solo Zona hitam, harus disiplin jaga jarak," seloroh wali kota yang akrab disapa Pak Rudy itu saat melayat jenasah Ketua MPC Pemuda Pancasila Solo, Senin (13/7) siang di kampung Ngoresan, Jebres.

Wali kota berkumis tebal itu sangat prihatin karena tambahan kasus yang semula selalu satu digit, pada Minggu (12/7) melonjak hingga 18 kasus, yang mana tiga diantaranya dari luar kota.

Dengan situasi tambahan jumlah kasus korona baru yang luar biasa, ditambah banyaknya pasien dari luar daerah yang dirujuk ke RSUD Dr Moewardi, sangat menguatkan Kota Solo layak menyandang zona hitam.

"Karena itu layaklah kalau disebut zona hitam, lha wong kasusnya yang semula tambahnya satu, dua, tiga, empat, langsung 18. Termasuk kasus di Pasar Harjodaksino, meski warga Sukoharjo, tapi dia pedagang di sana, meninggal dunia karena covid-19," tegas dia.

Dia benar benar ingin memperingatkan masyarakat agar lebih waspada dan memtaati protokol kesehatan covid 19.

Selama ini Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Solo sudah bekerja luar biasa, sehingga perlunya didukung masyaakat. "Gugus Tugas akan kembali melakukan penyemprotan disinfektan ke wilayah Mojosongo, dan wilayah pandemi pada Selasa, dengan meminjam kendaraan taktis Polresta," tandas Rudy sekali lagi.

Pada bagian lain terkait adanya pedagang yang meninggal di Pasar Harjodaksino, maka pada Senin (13/7) dilakukan penyemprotan disinfektan, dan pasar akan ditutup selama sepekan sejak Selasa (14/7).

( WJ) Caption : Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Harjodaksino,Gemblegan,usai kedapatan seorang pedagang asal Sukoharjo meninggal karena positif terinfeksi korona baru. Pasar tradisional yang berada di wilayah Serengan akan ditutup seminggu, mulai Selasa (14/7). (OL-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya