Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI pandemi virus korona (covid -19) seperti sekarang ini berimbas pada terpuruknya ekonomi masyarakat termasuk warga pesisir sungai di Kalimantan Selatan. Guna mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir, Tim Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin pelatihan dan pendidikan pemanfaatan tanaman eceng gondok menjadi kertas kreasi bagi masyarakat di desa wisata Desa Lok Baintan, Kabupaten Banjar.
Melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat peduli lingkungan PPDM Uniska Banjarmasin memberikan pelatihan tingkat mahir dalam mengelola eceng gondok menjadi kertas kreasi. Program ini merupakan tahun kedua setelah pada tahun pertama kegiatan difokuskan pada pelatihan pembuatan eceng gondok menjadi kertas.
Eceng gondok merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di kawasan sungai di Kalsel. Tanaman ini juga dianggap gulma atau sampah sungai. Di beberapa daerah, tanaman ini dijadikan bahan baku pembuatan pupuk organik selain kerajinan anyaman.
Ketua Tim PPDM Uniska Banjarmasin, Dr Muzahid Akbar Hayat, Minggu (12/7), mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Wisata Lok Baintan agar menjadi lebih kreatif dan mandiri.
"Melalui kegiatan ini kita harapkan mampu menstimulus munculnya wirausaha baru, terlebih di tengah kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini," ujarnya.
Baca juga: Memanfaatkan Eceng Gondok Jadi Kertas
Akbar menuturkan, pelatihan yang diberikan adalah pelatihan pembuatan kertas eceng gondok menjadi kertas kreasi seperti kotak tisu, tempat pensil, kantong kertas, hiasan dinding, bros dan kreasi lainnya dengan pewarnaan alami agar produk lebih menarik. Selain itu masyarakat juga dibekali dengan pelatihan motivasi dan manajemen berwirausaha.
Pelatihan didampingi langsung oleh tim pengusul PPDM Uniska Banjarmasin Dr Sanusi dan Dr Khuzaini. Kegiatan pelatihan ini juga mendatangkan pakar daur ulang dari Jakarta, Mukhlis sebagai narasumber.
Kegiatan ini mendapat respon dan antusias masyarakat Desa Lok Baintan. Sebagian besar warga terutama kaum ibu aktif mengikuti pelatihan dan mempraktikkan langsung pembuatan kertas dari eceng gondok (ilung) menjadi barang-barang bermanfaat terutama kertas kreasi.
Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Lokbaintan Herna Rusnawati menuturkan program ini mampu membuka peluang kerja baru untuk kaum perempuan, mengingat bahan baku pembuatannya (eceng gondok) sangat melimpah dan pemasarannya bisa dijual ke wisatawan di Pasar Terapung Lok Baintan.
Herna pun berharap melalui kegiatan pelatihan pemanfaatan eceng gondok mampu meningkatkan keterampilan masyarakat desa dalam menghasilkan produk yang menarik dan bernilai jual sehingga nantinya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Lok Baintan.(OL-5)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved