Jumat 10 Juli 2020, 15:15 WIB

Transaksi Hewan Kurban di Boyolali Masih Landai

Widjajadi | Nusantara
Transaksi Hewan Kurban di Boyolali Masih Landai

MI/Widjajadi
Suasana di Pasar Hewan Sunggingan yang jauh menurundan bahkan jauh dsrinprotokol kesehatan. (Widjajadi)

 

TIGA pekan menjelang Idul Adha 2020, penjualan hewan Qorban di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali masih melandai. Kendati harga hewan qurban juga mengalami penurunan.

"Hampir semuanya menurun, semua terdampak pandemi korona. Pada masa normal, tiap pasaran paing, ternak sapi yang masuk minimal 900 ekor. Tapi kini tinggal 700 an ekor. Harga sapi lokal juga menurun tajam. Kalau sebelum pandemi bisa mencapai Rp13 juta - Rp15 juta, kini hanya kisaran Rp10,5 juta - Rp12 juta," tukas Bayu, petugas pencatat di Pasar Hewan Sunggingan, Jumat (10/7).

Sepanjang Jumat pagi hingga siang (10/7) ratusan blantik atau pedagang sapi sudah antre masuk pasar hewan terbesar di Kabupaten Boyolali. Namun proses transaksi tidak sebagaimana yang diharapkan. Daya beli masyarakat jauh menurun. Begitu halnya pembeli ternak qurban dalam jumlah besar, terutama dari Jabar dan Jakarta atau luar Jawa, sudah dilakukan lewat daring atau online.

Lebih dari itu, proses transaksi yang berlansung pada masa pandemi covid-19 ini, juga jauh dari kondisi protokol kesehatan. Selain sulit menjaga jarak, juga sedikit sekali yang mengenakan masker.

"Yang kami lakukan hanya membantu penyemprotan disinfektan di pasar. Terkait protokol bukan kewenangan atau tupoksi Dinas Peternakan, melainkan Dinas Pasar," ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Pternakan (Disnakkan) Boyolali, Bambang Purwadi kepada mediaindonesia.com, Jumat (10/7).

Ia paparkan, keterarsediaan hewan korban untuk kegiatan hari keagamaan, terutama hewan qurban sapi di Boyolali sangat mencukupi. Saat ini jumlah sapi potong mencapai 94 ribu lebih, dan sapi susu juga sebanyak 91 ribu. Namun suasana pandemi korona yang sangat berdampak untuk masyarakat, membuat daya beli turun jauh dibandingkan saat belum ada wabah.

"Kami memprediksi, jumlah hewan korban untuk Idul Adha tahun ini jauh berkurang dibandingkan kegiatan korban tahun lalu. Itu bisa dilihat dari proses transaksi di pasar pasar hewan," tandas dia.

Sementara itu Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Boyolali drh Aviany Refdania menyatakan, meski terjadi penurunan daya beli, pihaknya tetap mensyaratkan kesehatan yang sahih bagi hewan hewan qurban yang ditawarkan.

"Semua melalui pemeriksaan Disnakkan, yang ditindaklanjuti pengeluarkan SKKH (surat keterangan kesehatan hewan) dari kami. Kami juga menelisik jangan sampai ada hewan terkena anthrax, brucellosis, dan leptospirosis ikut terjual, karena sangat membahayakan kesehatan manusia ,"ungkap Aviany.

Disnakkan Boyolali terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang ternak sapi untuk mematuhi aturan kesehatan dan protokol kesehatan untuk antisipasi penularan covid-19." Semua kita pelototi, agar hewan korban asal Boyolali aman. Termasuk kemungkinan hewan korban yang akan dibeki Presiden Jokowi," katanya.

Khusus hewan korban Boyolali yang selama ini akan dibeli Presiden Jokowi untuk masyrakat, sudah ada dua pedagang yang mengajukan SKKH, sehingga kita tindaklanjuti pemeriksaan. Dari pengalaman tahun lalu, meski sudah ada SKKH dari Disnakkan, masih diulangi pemeriksaannya oleh pihak istana. (OL-13)

Baca Juga: Bansos untuk Penyandang Disabilitas diantar Petugas Pos

Baca Juga

 Dok. PTPN XIV

Pabrik Gula di Bone Mulai Giling Tebu Perdana

👤Lina Herlina 🕔Senin 08 Agustus 2022, 15:09 WIB
Menurut Manajer Pabrik Gula Camming Hamsa, target produksi gula kristal putih itu berasal dari giling tebu sebanyak 302.108 ton dengan...
MI/Apul Sianturi

Kejurnas Rally 2022 Kerek Okupansi Hotel di Danau Toba

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 08 Agustus 2022, 14:41 WIB
PEMPROV Sumatera Utara mengklaim penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Rally di kawasan Danau Toba telah mendorong tingkat hunian hotel di...
dok.ist

Ribuan Pemuda di Kalteng Gemakan Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 14:37 WIB
INGAR bingar suara dukungan untuk sosok Ganjar Pranowo menggema dari para pemuda yang tergabung dalam Ganjar Milenial Center...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya