Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN embung (penampungan air) di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) telah disiapkan untuk mengantisipasi musim kemarau tahun ini. Setidaknya 20 embung kecil yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintan KP). Sedangkan untuk embung yang agak besar dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ada sebanyak 13 embung.
"Puluhan embung tersebut tersebar di sejumlah daerah. Embung akan mampu mengairi areal pertanian seluas 5-6 hektare (ha). Sehingga pada musim kemarau sekarang, petani yang berada di sekitar embung dapat memanfaatkan airnya untuk pengairan," ujar Kepala Dintan KP Banyumas Widarsoujar Widarso pada Senin (6/7).
Salah satu embung berada di Desa Piasa Kulon dengan panjang 90 meter, lebar 60 meter dan kedalaman 2 meter. Embung tersebut mampu menyediakan pasokan air untuk areal sawah 5-6 hektare (ha).
"Embung ini dibangun mendapat bantuan dari Kementan senilai Rp198 juta, kemudian ditambah dengan anggaran dana desa secara bertahap hingga Rp540 juta,"jelas Kepala Desa Piasa Kulon, Ratno.
Dijelaskan Ratno, embung tersebut tidak hanya digunakan sebagai penyedia air untuk areal persawahan di musim kemarau, tetapi juga menjadi tempat budidaya ikan. “Jadi embung ini sangat bermanfaat tidak saja untuk pengairan ketika musim kemarau, namun juga sebagai tempat budidaya ikan serta tempat wisata. Saat sekarang dikelola oleh BUMDes Piasa Kulon," ujarnya.
Sementara Kepala DPU Banyumas Irawadi mengatakan untuk embung yang menjadi kewenangannya ada 13 yang tersebar di sejumlah kecamatan di antaranya Purwojati, Cilongok, Kalibagor, dan lainnya.
"Kapasitas embung bisa mencapai 10 ribu meter kubik. Ukuran embung panjangnya 100 meter dan lebarnya 100 meter, sedangkan kedalaman antara 1-2 meter. Fungsinya untuk menampung air hujan, dan pada musim kemarau sekarang dapat dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian," jelasnya. (R-1)
Perayaan malam takbiran Idulfitri 1447 H di Jawa Tengah berlangsung kondusif dengan 55 titik kegiatan aman. Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bus Trans Jateng dengan tarif Mata Uang Rupiah 4.000 untuk umum yang menjangkau beberapa titik wisata seperti Bandungan dan Baturraden.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik lebaran 2026.
Pada Senin (16/3) jumlah pemudik masuk ke Jawa Tengah melalui Jalan Tol Trans Jawa terus meningkat sejak Minggu (15/3), rata-rata setiap berkisar 1.400-1.900 kendaraan masuk ke Kota Semarang.
Gubernur Ahmad Luthfi lepas belasan ribu peserta Mudik Gratis Jateng 2026. Targetkan 17 juta pemudik dongkrak ekonomi daerah dan UMKM lokal. Simak selengkapnya!
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi melepas 325 armada bus yang mengangkut belasan ribu pemudik dari Jabodetabek ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
MEMASUKI musim kemarau, suhu udara yang panas membuat banyak orang mengandalkan pendingin ruangan agar aktivitas di rumah tetap nyaman.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved