Headline

Dalam suratnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan masih membuka ruang negosiasi.

Fokus

Tidak semua efek samping yang timbul dari sebuah tindakan medis langsung berhubungan dengan malapraktik.

578 Ponsel Sitaan Narapidana di Banten Dimusnahkan

Ghani Nurcahyadi
03/7/2020 21:00
578 Ponsel Sitaan Narapidana di Banten Dimusnahkan
Pemusnahan barang sitaan narapidana di Banten(Dok. Kantor Wilayah Kemenkumham Banten)

RATUSAN barang bukti sitaan Narapidana di seluruh Lapas, LPKA dan Rutan di jajaran Kantor Wilayah Kemenkumham Banten dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan bersamaan saat Deklarasi dan Komitmen Bersama Gerakan Anti Narkoba Kementerian Hukum dan HAM wilayah Banten, di Lapas Kelas I Tangerang, Jumat (3/7). 

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten R Andika Dwi Prasetya mengatakan, selama periode Januari-Juni 2020 dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) sebanyak 56 kali di seluruh lapas LPKA dan Rutan jajaran Kantor wilayah Kemenkumham Banten. 

"Dari puluhan sidak itu kami dapatkan barang bukti berupa ponsel sebanyak 578 unit, charger 266, headset 243, powerbank 55," katanya. 

Andika berharap, kerja sama antara jajaran Kemenkumham Banten, Polda dan BNNP Banten dapat memberantas penyalahgunaan perdagangan gelap narkotika dalam pencegahan dan pengawasan di wilayah Kemenkumham Banten.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Reynard Silitonga memastikan pihak yang terlibat dalam peredaran gelap narkotika di lingkungan lapas harus ditindak tegas. Jika didapati pegawai ataupun napi terlibat peredaran narkotika, sebisa mungkin yang berhubungan harus dipidana. 

 

Baca Juga: PT SER Laporkan Penghambat Investasi ke Polda Jawa Timur

 

"Untuk sanksi bagi napi sendiri kami terapkan pembinaan-pembinaan hingga hak-hak warga binaan seperti hak revisi dan berbagai hak lainnya akan ditiadakan," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Lapas, LPKA dan Rutan di jajaran Kemenkumham Banten juga melakukan deklarasi antinarkoba secara bersama-sama. Deklarasi itu menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). 

Apel yang berlangsung Jumat (3/7) pagi itu dihadiri Reynhard Silitonga, R. Andika Dwi Prasetya, dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten Brigjen Pol Tantan Sulistiyana.

Tantan menegaskan, Hari Antinarkoba internasional merupakan pengingat dari bahaya penyalahgunaan narkoba, sekaligus sebagai wujud tekad memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelar narkoba. 

"Ditengah pandemi ini kita harus tetap produktif. Karna kita sudah memasuki era new normal. Oleh karena itu kita harus memiliki sumber daya yang unggul tanpa narkoba," katanya. (RO/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik