Minggu 28 Juni 2020, 08:20 WIB

Aparat Tutup Tambang di Kawasan Ibu Kota Baru

Dede Susianti | Nusantara
Aparat Tutup Tambang di Kawasan Ibu Kota Baru

ANTARA/Novi Abdi
Operasi perusahaan tambang batubara tanpa izin di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara dihentikan pemerintah kabupaten setempat.

 

SEJUMLAH petugas pada Selasa (23/6/2020) malam menyetop aktivitas penambangan ilegal batu bara di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur.

Pasalnya, kawasan penambangan tersebut berada di kawasan utama wilayah calon ibu kota baru.

Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat Wilayah II Samarinda, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Polisi Kehutanan Dinas Kehutanan Kalimantan Timur menyita dua ekskavator dan lima kilogram contoh batu bara.

Selain itu, petugas juga menahan tiga operator ekskavator, seorang penjaga malam, serta seorang penanggung jawab lapangan tambang yang berada di kawasan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, itu.

“Semua barang bukti disimpan di Kantor Balai Gakkum Wilayah Kalimantan di Samarinda. Keberhasilan penanganan kasus ini tidak lepas dari kerja sama antara Balai Gakkum Wilayah Kalimantan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, dan Polresta Samarinda,” kata Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK Yazid Nurhuda melalui keterangan resminya, kemarin.

Dalam kasus itu, penyidik menetapkan ZK yang menjadi penanggung jawab lapangan sebagai tersangka. ZK kini ditahan di Polresta Samarinda.

Penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 17 ayat 1 huruf a dan/ atau huruf b jo. Lalu, Pasal 89 ayat 1 huruf a dan/atau huruf b Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Yazid melanjutkan, diketahuinya penambangan ilegal berawal dari laporan masyarakat yang menyampaikan kejanggalan di kawasan Tahura Bukit Soeharto. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung menuju lokasi.

Sekitar pukul 21.45 Wita, tim menghentikan aktivitas penambangan dan menangkap para pelaku serta barang bukti, lalu menyerahkan mereka kepada penyidik di Kantor Balai Gakkum Wilayah Kalimantan.

“Penyidik masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap keterlibatan pihak lain,” ujar Kepala Balai Gakkum Wilayah Kalimantan Subhan, kemarin. (DD/Ata/X-3)

Baca Juga

Antara/Anis Efizudin.

Status Tanggap Darurat untuk Bencana Lahar Hujan Gunung Merapi

👤Agus Utantoro 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:55 WIB
Kebijakan itu diambil setelah melalui rapat koordinasi terkait penanganan jaringan air bersih warga yang terputus akibat banjir lahar...
MI/Dwi Apriani.

Pemkot Palembang Tetapkan Pembelajaran Tatap Muka selama Natal dan Tahun Baru

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:35 WIB
PTM berlaku untuk semua sekolah mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, hingga...
MI/Andri Widiyanto

Warga Lembata Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19 di KP3 Laut

👤Alexander P. Taum 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 12:55 WIB
VAKSINASI Covid-19 yang di gelar Pos Polisi Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Laut (KP3) Lewoleba, Kabupaten Lembata. NTT dibanjiri...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya