Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN hektare (ha) lahan sawah milik petani di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, diserang hama tikus. Padi yang diserang berusia 40-50 hari. Kondisi terparah di Kecamatan Indrajaya, Lampoh Saka, Mutiara dan Kecamatan Sakti. Hama tikus menggerek bagian batang dan bulir padi saat malam hari.
Di Desa Pante Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya, misalnya sebagian lahan sawat terancam puso setelah digasak tikus. Padahal petani telah mengatasi dengan berbagai cara namun serangan hama tikus tidak berkurang.
"Ada sekitar dua hektare padi sudah rusak berat dan kondisinya terancam gagal panen. Karena sepekan saja tidak teratasi, serangan sudah menjalar ke segala penjuru" tutur Hanafi, petani di Kecamatan Indrajaya, kepada mediaindonesia.com, Jumat (19/6).
Dikatakannya, mulanya tikus sering menyerang pada bagian tengah lawah yang jauh dari pematang dan tidak terusik lalu lalang manusia. Kemudian dari hari ke hari terus meluas hingga ke pinggiran dekat pamatang. Sepekan saja tidak teratasi, satu petak sawah habis digasak.
Kondisi tidak jauh berbeda juga terjadi di Kecamatan Lampoh Saka. Serangan hama tikus sudah menyebar ke berbagai sudut oenjuru sawah setempat. Bahkan ada sebagian petak sawah habis digasak hama tikus berwarna kecoklatan itu.
baca juga: Longsor Putus Akses Jalan di Tasikmalaya
Hingga sekarang serangan tikus belum berhenti. Bahkan petani semakin sulit mengatasi hama bertelinga penggerek batang padi muda tersebut. Mereka kecewa terhadap Dinas Pertanian Kabupaten Pidie dan Dinas Pertanian Provinsi Aceh yang terkesan tidak respons terkait serangat itu.
"Sekarang seperti apatis. Tidak tahu mau melakukan pencegahan bagaimana lagi dan harus melapor ke mana lagi, supaya ini ada jalan keluar," tutur Abdullah, petani lainnya. (OL-3)
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
TUMBUHAN air eceng gondok memang seringkali dianggap hama. Anggapan itu tidak sepnuhnya salah, namun bagaimana mengubah enceng gondok bisa menjadi sumber penghasilan dan solusi lingkungan?
Alang-alang terbukti menjadi rumah alami bagi serangga parasit, yakni musuh alami yang mampu menekan populasi hama pengganggu tanaman padi.
Kalau dengar kata serangga, yang terlintas di benak orang biasanya semut, kecoa, atau nyamuk. Padahal serangga memegang peran kunci dalam hampir semua proses ekologi.
Ulat grayak musim gugur (fall armyworm) telah menjadi hama global yang mengancam ketahanan pangan di lebih dari 80 negara.
Selain membawa bakteri penyebab penyakit, kecoa juga memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa, bahkan dalam kondisi ekstrem.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved