Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) bersama pemerintah provinsi (pemprov) terus matangkan persiapan jelang
pelaksanaan kenormalan baru. Salah satunya adalah membahas rancangan peraturan daerah tentang New Normal (kenormalan baru).
"Seluruh pihak mesti berkontribusi dalam menjalankan kenormalan baru. Hal yang harus ditekankan adalah perihal kosekuensi, muatan itu akan dituangkan dalam rancangan peraturan daerah tentang new normal, dan akan dibahas bersama Pemprov Sumbar," jelas Ketua DPRD Sumbar Supardi, Jumat (5/6).
Ia mengatakan, telah dilakukan rapat ekspos gubernur tehadap pelaksanaan Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB) tahap satu, dua dan tiga. Rapat yang juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurutnya, tanpa evaluasi tidak akan diketahui apa yang menjadi kelemahan dan apa yang harus ditingkatkan.
"Pada pelaksanaan PSBB masih terjadi sejumlah kelemahan, hal tersebut mesti menjadi acuan untuk optimalisasi kebijakan selanjutnya," katanya.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengakui masih ada sejumlah kelemahan dalam pelaksanaan PSBB. Salah satunya, masuknya masyarakat pendatang ke wilayah Sumbar. Para pendatang, memanfaatkan dini hari untuk menghindari petugas yang berjaga pada sembilan pintu masuk Sumbar, hal itu terus dievaluasi pada setiap pelaksanaan PSBB.
"Saat petugas lelah bekerja, mereka masuk dengan kendaraan berkecepatan tinggi untuk masuk sehingga petugas tidak mampu untuk menghadang. Tidak hanya itu para pendatang juga ada yang masuk melalui jalur yang harus melintasi sungai terlebih dahulu," ujarnya.
Prayitno menambahkan, dalam pelaksanaan juga dilakukan evaluasi untuk melihat efektifitas pelaksanaan PSBB, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan selanjutnya. "Dari evaluasi yang dilakukan masih terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif sebanyak Iebih dari 80 persen melalui transmisi lokal," ujarnya.
Tidak hanya peningkatan 80 persen, lanjutnya, untuk peta penyebaran juga meningkat, dari 8 kabupaten/kota sebelum PSBB, menjadi 14 Kabupaten/Kota. Peningkatan tersebut terjadi setelah 12 hari perberlakuan PSBB. (R-1)
PT Kereta Api Indonesia II Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved