Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memutus rantai penyebaran covid-19, Pemerintah Kota Palembang berencana memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang diketahui akan berakhir 2 Juni.
Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengatakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatra Selatan memberikan rekomendasi untuk memperpanjang PSBB di Palembang.
"Sedang dipersiapkan dan mendapatkan masukan (terkait PSBB). Di antaranya dari IDI dan tokoh masyarakat. Upaya kita terus menekan covid-19 dan PSBB di Palembang dilanjutkan. Tapi, kita lihat bagaimana edukasi (dapat) dipahami masyarakat secara cepat. Besok akan kita evaluasi lagi," jelas Harnojoyo, Senin (1/6).
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Didominasi Palembang
Pemerintah mempertimbangkan hasil kajian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya dan Dinas Kesehatan Palembang. Beberapa indikator yang diperhatikan, yaitu angka insinden penyakit sebelumnya, jumlah penduduk, angka transmisi 2,5 % dan contact rate.
"Kajian terkait puncak (covid-19) dilakukan sejak awal April. Sehingga, kami memprediksi puncak penyebaran covid-19 pada 8 Juni mendatang," ujarnya.
Berdasarkan hasil pengamatan perilaku masyarakat selama PSBB, sekitar 30% warga berada di rumah, 16% berkegiatan di kantor, 15% bekerja di sektor layanan kesehatan dan 5% masyarakat berada di pasar.
Baca juga: Pemkot Palembang Alokasikan Rp200 Miliar Tangani Covid-19
"Pada 20 Mei, angka reproduksi efektif (RT) 1,29. Sementara pada 31 Mei, terjadi penurunan penyebaran 0,92,” imbuh Harnojoyo.
Diakuinya, PSBB merupakan salah satu dasar dalam penerapan new normal. Harnojoyo menegaskan masyarakat harus terbiasa dengan pola hidup sehat, penggunaan masker dan physical distancing.
"Jika (PSBB) diperpanjang, kemungkinan 14 hari ke depan. Sesuai dengan masa inkubasi. Tapi, besok kita tunggu hasil evaluasi hari ini," pungkasnya.
Kesadaran masyarakat berperan penting dalam upaya melawan covid-19. Hal itu harus ditingkatkan. Berbagai pemangku kepentingan juga terus dilibatkan untuk menggencarkan edukasi.(OL-11)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved