Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Mentan Gulirkan Gerakan Percepatan Tanam Padi

(PO/JL/AD/RF/FB/N-3)
30/5/2020 05:35
Mentan Gulirkan Gerakan Percepatan Tanam Padi
MENTERI PERTANIAN IKUTI GERAKAN TANAM PADI SERENTAK DI KALTENG(ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan melakukan gerakan percepatan tanam padi di lahan seluas 5,6 juta hektare yang tersebar di 33 provinsi di Tanah Air. Hal itu bertujuan untuk mengamankan pasokan beras di tengah pandemi virus korona baru (covid-19), sekaligus mengantisipasi ancaman gagal panen akibat kemarau. Demikian diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat menyampaikan sambutan di hadapan petani di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin.

Mentan mengatakan, dengan mempercepat musim tanam, dia menargetkan produksi beras pada Juli-Desember 2020 akan tercapai sekitar 15 juta ton atau paling rendah sekitar 13,2 juta ton. Menurutnya, terdapat tiga program alternatif untuk mengamankan pangan, yaitu optimalisasi lahan rawa seluas 400 ribu hektare yang diperkirakan dapat menghasilkan 1,2 juta ton beras, diversifikasi pangan, dan membuat lumbung pangan di setiap provinsi.

Untuk NTT, kata Mentan, harus mempunyai lumbung pangan dan setiap kecamatan akan terkoneksi. "Kementan membuat konstraling (komando strategi penggilingan), akan menjadi lumbung pangan yang ada di kecamatan," ujarnya.

Terpisah, petani di Kabupaten Manggarai barat, NTT, saat ini tengah menghadapi kesulitan besar. Pasalnya, saat memasuki masa tanam tahap kedua, mereka berhadapan dengan hama putih yang menyerang tanaman padi, pengerek batang, dan keong pemakan daun. Hal itu dikemukakan Robertus Liko, petani di Kecamatan Lembor Selatan Pertelepon, kemarin.

Sementara itu, Ketua Gerak an Petani Mandiri Indonesia (GPMI) Jawa Barat, Yuyun Suyud, mengatakan petani sudah bisa melakukan peng olahan lahan karena telah memasuki musim tanam.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), alokasi pupuk selama pandemi covid-19 menyusut sebesar 10,14% jika dibandingkan dengan 2019 sebesar 61,063 ton. (PO/JL/AD/RF/FB/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya