Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
TIM Gugus Tugas covid 19 Purwakarta Jawa Barat melakukan penjemputan terhadap sejumlah warga yang terkonfirmasi positif covid 19 yang melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya. Mereka dijemput untuk diisolasi di balai karantina.
Perwakilan Gugus Tugas Covid-19 Purwakarta, dr. Elitasari Kusuma Wardani mengatakan, sejumlah warga yang terkonfirmasi positif dan mengisolasi diri di rumahnya satu per satu dijemput Gugus Tugas untuk dipindahkan ke Balai Karantina atau rumah isolasi di wilayah Maracang.
Namun mereka yang dijemput tersebut bukan penemuan kasus baru. Mereka merupakan pasien yang masih terus dipantau sejak bulan April lalu. "Sejak April dan bukan pasien baru melainkan dalam pendataan kami. Mereka pernah positif lalu negatif dan kembali positif lagi. Jadi, imunitasnya naik turun," kata Elitasari, Selasa (26/5).
Dijelaskan Elitasari, untuk pasien positif yang dijemput ini terletak di Perumahan Citalang Indah. Berjumlah tiga orang dalam satu keluarga di sana, yakni suami, istri, dan anaknya.
"Awalnya AJ (suami) dia itu pelaku perjalanan karena kerjanya di Jakarta. Mereka isolasi mandiri dan tetap dalam pemantauan kami, RW, juga Kepala Desa Citalang. Untuk warga sekitarnya kami telah melakukan rapid test hasilnya negatif," ujarnya.
Sementara hingga Selasa (26/5) di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat Tidak ada penambahan warga yang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah yang positif total 21 orang. Namun Untuk ODP bertambah 1 orang, jumlahnya menjadi 23 orang dan PDP berkurang 3 orang hingga total berjumlah 12 orang. (OL-13).
Baca Juga: Dibakar Cemburu Ibu Rumah Tangga Bunuh Selingkuhannya
Campak lebih menular empat hingga lima kali lipat dibanding covid-19. Karenanya, cakupan imunisasi harus amat tinggi supada ada herd imunity.
Penelitian terbaru mengungkap infeksi flu biasa atau rhinovirus mampu memberi perlindungan jangka pendek terhadap covid-19.
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved