Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kurun waktu dua bulan, 9 unit kapal wisata tenggelam saat berlabuh di perairan kawasan Pelabuhan Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Kapal kesembilan yang tenggelam terjadi Selasa (26/5), Kapal Motor (KM) Sarana Inti Pangan 01 sekitar pukul 08.30 Wita. Kapal tersebut milik salah satu mitra Indofood.
Kapal dengan ukuran 14 gross tonage itu, tenggelam diparkiran mooring buoy tanpa anak buah kapal. Sebelumnya hal yang sama menimpa beberapa kapal seperti Embong Nai,Surya Indah, Labohem dan satu unit kapal biru milik warga asing yang dikelola warga setempat.
Idrus penanggung jawab Kapal Motor Sarana Inti Pangan 01 menuturkan sejak dua hari terakhir kondisi pompa air pada dasar kapal mengalami masalah. Selain itu, kapal tersebut tenggelam diakibatkan kelalaian petugas kapal.
"Petugas kapal lalai saat menjaga kapal yang sedang parkir di pinggir pulau Bajo yang akhirnya air laut banyak masuk. Dan pompa air tidak berfungsi mengatur keluar masuk air. Kapal ini tenggelam tadi pagi," kata Idrus, Selasa (26/5).
Sejumlah pekerja kapal mengungkapkan tenggelamnya kapal wisata akibat dampak virus korona. Kondisi pariwisata sepi, dan majikan tidak memperhatikan nasib para pekerja kapal atau anak buah kapal. Akibatnya ABK menuinggalkan kapal-kapal tanpa ada perawatan.
baca juga: Gelombang Laut Tinggi Ganggu Pelayaran di Aceh
"Coba kalau bosya perhatikan gaji anak buah kapal tidak mungkin tenggelam. Orang lapar gaji tidak jelas, bagai mana bisa bertahan hidup, "tutur Muhamad Angtuan, pekerja kapal di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo, Selasa (26/5).
Muhamad menuturkan sudah 9 unit kapal dalam kurun waktu 2 bulan tenggelam dengan kasus berbeda. Umumnya kapal tenggelam karena ditinggal ABK dan tidak dirawat. Kasus lainnya mesin penyedot air rusak. (OL-3)
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Labuan Bajo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memeriksa dua pejabat Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo terkait kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah.
PDIP menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian juga aktif memberikan edukasi keselamatan kepada calon penumpang sebelum naik kapal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved